• Sabtu, 18 April 2026

Harga Gabah Anjlok, Petani Kalsel Mengeluh: Pengamat Soroti Peran Bulog dan Kementan

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Selasa, 22 April 2025 | 10:53 WIB
Pengamat Pertanian AEPI, Khudori (kiri) dan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (kanan). (YouTube.com / Q&A METRO TV)
Pengamat Pertanian AEPI, Khudori (kiri) dan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (kanan). (YouTube.com / Q&A METRO TV)

"Visi Presiden kita jelas: tidak bisa bekerja sendirian. Semua harus kolaborasi. Kita harus turun bersama ke lapangan," tegas Amran.

Baca Juga: BULOG dan Stakeholders Lainnya Gelar Operasi Pasar Pangan Murah di Ramadan 2025

Amran juga mengungkap bahwa produksi beras nasional meningkat signifikan, bahkan mencapai angka tertinggi menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).

Produksi yang melimpah ini justru membuka celah bagi praktik mafia beras, yang dinilainya sering memanfaatkan situasi pasar.

"Produksi naik 52 persen, bukan saya yang bilang, tapi BPS. Stok hari ini 2,2 juta ton yang mungkin tertinggi sejauh ini," jelasnya.

Baca Juga: BULOG dan Stakeholders Lainnya Gelar Operasi Pasar Pangan Murah di Ramadan 2025

Namun, di balik keberlimpahan ini, Amran menyayangkan adanya oknum yang memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi.

"Saat produksi rendah, harga naik. Saat stok kurang, harga juga naik. Celah seperti inilah yang dimanfaatkan mafia. Kami ingin menutup celah itu," tutupnya.

Permasalahan ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga seperti Bulog untuk memastikan kesejahteraan petani tetap terjaga di tengah dinamika harga pangan nasional. (***)
Penulis: Rizki Amalia Putri Hidayat

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: Youtube @Metrotv

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X