"Visi Presiden kita jelas: tidak bisa bekerja sendirian. Semua harus kolaborasi. Kita harus turun bersama ke lapangan," tegas Amran.
Baca Juga: BULOG dan Stakeholders Lainnya Gelar Operasi Pasar Pangan Murah di Ramadan 2025
Amran juga mengungkap bahwa produksi beras nasional meningkat signifikan, bahkan mencapai angka tertinggi menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).
Produksi yang melimpah ini justru membuka celah bagi praktik mafia beras, yang dinilainya sering memanfaatkan situasi pasar.
"Produksi naik 52 persen, bukan saya yang bilang, tapi BPS. Stok hari ini 2,2 juta ton yang mungkin tertinggi sejauh ini," jelasnya.
Baca Juga: BULOG dan Stakeholders Lainnya Gelar Operasi Pasar Pangan Murah di Ramadan 2025
Namun, di balik keberlimpahan ini, Amran menyayangkan adanya oknum yang memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi.
"Saat produksi rendah, harga naik. Saat stok kurang, harga juga naik. Celah seperti inilah yang dimanfaatkan mafia. Kami ingin menutup celah itu," tutupnya.
Permasalahan ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga seperti Bulog untuk memastikan kesejahteraan petani tetap terjaga di tengah dinamika harga pangan nasional. (***)
Penulis: Rizki Amalia Putri Hidayat
Artikel Terkait
BULOG dan Stakeholders Lainnya Gelar Operasi Pasar Pangan Murah di Ramadan 2025
Kementerian Keuangan Tunjuk Perum Bulog Sebagai Operator Investasi untuk Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional
Panen Raya Padi di Jombang: Bupati Warsubi dan Bulog Dukung Kesejahteraan Petani dengan Harga Stabil
Setelah Keluhan Petani Viral, Menteri Amran Ungkap Celah Permainan Mafia dalam Penyaluran Gabah ke BULOG
Petani Protes Harga Gabah, Menteri Amran Pecat Oknum BULOG yang Main dengan Tengkulak