Program ini dilaksanakan di National Center for Social and Economic Modeling (Natsem) dan Duke Center for International Development (DCID), Duke University, Amerika Serikat.
Baca Juga: Detik-detik Maut di JPL 08 Magetan: Tujuh Motor Tertabrak KA Malioboro Ekspres
Gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) di bidang ekonomi juga diraihnya dari Natsem, University of Canberra, Australia, melengkapi kredensial akademisnya yang mengesankan.
Tantangan ke Depan
Dengan penunjukan Bimo Wijayanto sebagai Dirjen Pajak baru, diharapkan dapat membawa perubahan positif pada sistem perpajakan Indonesia.
Sebagai sosok yang memiliki latar belakang ekonomi dan akuntansi yang kuat, Bimo diperkirakan akan menerapkan kebijakan-kebijakan yang dapat meningkatkan penerimaan negara melalui sektor pajak.
Penunjukan dua pejabat baru untuk posisi strategis di Kementerian Keuangan ini menunjukkan upaya pemerintahan Presiden Prabowo untuk memperkuat tim ekonomi dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional maupun global. (SAZ)
Artikel Terkait
Detik-detik Maut di JPL 08 Magetan: Tujuh Motor Tertabrak KA Malioboro Ekspres
Para Pahlawan di Balik Kebangkitan Nasional: Kisah Inspiratif Pejuang Kemerdekaan Indonesia
Sammy Simorangkir Jadi Saksi Kasus Dugaan Penghinaan Ahmad Dhani ke Rayen Pono: Ini Kronologinya!
DPMD Bangkalan Tegaskan Pentingnya Pendataan Akurat Indeks Desa 2025 Sebagai Dasar Kebijakan
Pemerintah Kabupaten Bangkalan Dorong Pembentukan Koperasi Merah Putih di Seluruh Desa untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Profil Djaka Budi Utama, Dirjen Bea Cukai Terbaru yang Dipilih Langsung Prabowo, Ternyata Ex Tim Mawar