WartaJatim.CO.ID - Air zamzam merupakan salah satu barang yang secara tegas dilarang untuk dibawa oleh jemaah haji saat kepulangan ke Tanah Air.
Larangan ini berlaku baik untuk barang bawaan di kabin maupun yang dimasukkan ke dalam bagasi pesawat.
Meskipun sudah diimbau berkali-kali, sejumlah jemaah masih nekat menyembunyikan air zamzam di dalam koper, yang akhirnya terpaksa dibongkar dan dibuang oleh petugas saat proses pengecekan sebelum keberangkatan.
Menurut Kepala Seksi Pelayanan Pemberangkatan dan Pemulangan PPIH Arab Saudi, Cecep Nursyamsi, seluruh koper jemaah akan melalui proses penimbangan dua hari sebelum jadwal pulang dan selanjutnya dibawa ke gudang untuk diperiksa menggunakan mesin X-ray.
Baca Juga: Jemaah Haji Tiba di Tanah Air, Petugas Imbau Periksa Kesehatan Pasca Panas 47°C di Tanah Suci
Dalam banyak kasus, petugas menemukan air zamzam yang diselipkan dalam berbagai cara—ada yang membungkusnya dengan kain ihram, menutupinya dengan sajadah, hingga melapisi botol dengan lakban agar tidak terdeteksi. Bahkan, ada jemaah yang kedapatan membawa air zamzam hingga 5 liter dalam satu koper.
“Ketika ditemukan, koper akan dibongkar dan air zamzam yang tersimpan di dalamnya akan disingkirkan,” ujar Cecep, dikutip dari laman resmi Kemenag pada Jumat, 20 Juni 2025.
Ia memastikan bahwa selama proses pembongkaran, seluruh barang milik jemaah tetap aman dan akan ditata ulang secara rapi. Petugas juga menyediakan mesin wrapping agar koper dikembalikan dalam kondisi seperti semula.
Larangan ini bukan tanpa alasan. Menurut Cecep, membawa air zamzam dalam koper bagasi sangat berisiko terhadap keselamatan penerbangan karena bisa mengganggu keseimbangan muatan dan berpotensi menyebabkan kerusakan pada sistem navigasi pesawat.
Selain itu, jika satu jemaah dibiarkan membawa air zamzam, maka jemaah lain akan mengikuti, yang dapat menimbulkan penumpukan dan keterlambatan.
Petugas maskapai bahkan pernah menemukan koper yang hampir seluruh isinya adalah air zamzam, sehingga menyebabkan keterlambatan jadwal penerbangan dan dalam beberapa kasus, koper terpaksa ditinggal dan dikirim pada penerbangan berikutnya.
Mohammad Faiza, petugas pengawas pembongkaran dari Saudi Airlines, menambahkan bahwa kondisi ini sering terjadi dan menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, para jemaah diminta untuk menaati aturan yang telah ditetapkan.
Artikel Terkait
Pergerakan dari Muzdalifah ke Mina Sempat Tersendat, Kemenag Buka Suara Terkait Masalah Bus Jemputan Jemaah Haji Indonesia
Jemaah Haji Kertajati 01 Alami Delay 6 Jam, Petugas Haji Berikan Klarifikasi
Jemaah Haji Tiba di Tanah Air, Petugas Imbau Periksa Kesehatan Pasca Panas 47°C di Tanah Suci