• Sabtu, 18 April 2026

Menaker Yassierli Angkat Suara soal OTT KPK Noel: “Tak Ada Toleransi Korupsi di Kementerian”

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Jumat, 29 Agustus 2025 | 14:13 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli buka suara soal OTT KPK Wamenaker Immanuel Ebenezer. (Instagram/kemnaker)   (Instagram/kemnaker)
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli buka suara soal OTT KPK Wamenaker Immanuel Ebenezer. (Instagram/kemnaker) (Instagram/kemnaker)

 

wartajatim.CO.ID - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi terkait penangkapan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer, atau yang akrab disapa Noel, dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Noel diamankan bersama sembilan orang lainnya pada Rabu malam, 20 Agustus 2025, atas dugaan pemerasan terhadap sejumlah perusahaan yang sedang mengurus sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Dalam konferensi pers di kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Kamis petang, 21 Agustus 2025, Yassierli mengaku sangat prihatin dan menyayangkan kasus yang menjerat pejabat penting di kementeriannya.

Baca Juga: OTT KPK Tersangkut Wamenaker Immanuel Ebenezer, Komisaris Pupuk Indonesia Sekaligus Relawan Politik Tersohor

“Saya prihatin dan menyayangkan peristiwa dugaan tindak korupsi yang saat ini sedang diproses oleh KPK. Saya menghormati proses hukum yang dijalankan KPK, dan mendukung berbagai langkah KPK dalam menindak pelaku korupsi,” ujar Yassierli tegas.

Yassierli menyebut, peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi jajaran Kementerian Ketenagakerjaan, terutama di tengah upaya pembenahan besar-besaran yang sedang dilakukannya.

“Bagi saya dan keluarga besar Kementerian Ketenagakerjaan, ini adalah pukulan berat, terlebih sejak saya dilantik menjadi Menteri Ketenagakerjaan,” tambahnya.

Baca Juga: Wamenaker Immanuel Ebenezer Diciduk KPK, Istana: Pertama Kali Kasus OTT Terjadi di Kabinet Prabowo

Menaker menekankan komitmennya untuk tetap melakukan reformasi birokrasi, terutama terkait integritas, profesionalisme, dan peningkatan kualitas layanan publik.

“Sejalan dengan arahan Presiden, bahwa tidak ada toleransi atas perilaku koruptif,” ujarnya menegaskan. Terkait detail kasus dan potensi perombakan di jajarannya, Yassierli memilih menunggu hasil penyelidikan resmi dari KPK.

“Semua harus berbasis bukti. Saya jamin kalau ada bukti dan itu benar, tidak ada toleransi. Tapi sekarang tentu kita praduga tak bersalah dulu,” ucapnya. Ia juga mengimbau masyarakat dan media untuk menunggu perkembangan informasi yang lebih lengkap dari KPK.

Baca Juga: Wamenaker Immanuel Ebenezer Terjaring OTT KPK, Istana: Korupsi di Kabinet Seperti Penyakit Stadium 4

“Tunggu aja, sabar, ini belum 1x24 jam. Nanti kalau ada yang perlu kami jelaskan, kita tunggu dulu dari KPK,” pungkas Yassierli.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X