Program MBG merupakan janji kampanye Presiden Prabowo Subianto yang mulai dijalankan pada awal pemerintahannya. Tujuannya meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia lewat pemberian makanan sehat rutin di sekolah.
Namun, implementasinya masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kasus keracunan massal, kesiapan infrastruktur, kualitas bahan pangan, hingga kapasitas lembaga pelaksana.
Said menegaskan, dengan perbaikan sistem mulai dari dapur produksi, sanitasi, hingga keterlibatan ahli gizi, program MBG tetap bisa dijalankan sebagai prioritas nasional.
Hingga kini, pemerintah masih melakukan evaluasi pascainsiden keracunan. Usulan rehabilitasi kantin sekolah menjadi dapur MBG disebut bisa menjadi solusi jangka panjang agar program berjalan lebih aman, efisien, dan tepat sasaran.
(ASR)
Artikel Terkait
Siswa Banyak Keracunan MBG, Sufmi Dasco Minta BGN Perketat Pengawasan
PPATK Luncurkan Detak MBG: Sistem Baru Kawal Dana Program Makan Bergizi Gratis Agar Bebas Penyalahgunaan
Heboh Dugaan Food Tray MBG Mengandung Minyak Babi, Istana Siap Lakukan Pengujian
Said Abdullah Tegaskan DPR Nonaktif Tidak Pernah Ada, Lima Anggota Masih Terima Gaji
Ketua Banggar DPR Siap Tindaklanjuti Arahan Prabowo Cabut Tunjangan Perumahan Anggota Dewan
DPR Kritik Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Tetap Pertahankan Skema Distribusi Makanan