• Sabtu, 18 April 2026

Wartawan Diduga Dianiaya Saat Liput MBG Pasar Rebo, Program Pemerintah Kembali Tuai Kontroversi

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Rabu, 1 Oktober 2025 | 14:03 WIB
Sejumlah wartawan diduga menjadi korban kekerasan ketika hendak meliput penyajian makanan bergizi gratis di SPPG kawasan Pasar Rebo.
Sejumlah wartawan diduga menjadi korban kekerasan ketika hendak meliput penyajian makanan bergizi gratis di SPPG kawasan Pasar Rebo.

WartaJatim.CO.ID – Sejumlah jurnalis diduga mengalami tindak kekerasan saat hendak meliput program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gedong 2, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (30/9/2025).

Peristiwa ini menambah panjang sorotan publik terhadap program prioritas pemerintah tersebut. Insiden bermula ketika para wartawan mencoba menelusuri lokasi dapur SPPG yang dikabarkan menjadi tempat penyajian MBG untuk siswa SDN 01 Gedong.

Namun upaya peliputan justru berujung ketegangan setelah seorang oknum pegawai SPPG marah dan mengusir wartawan dari area. Salah seorang jurnalis yang menjadi korban menuturkan, ia sempat mengambil video saat mobil SPPG datang. Namun, tindakannya langsung dilarang.

Baca Juga: Evaluasi MBG: DPR Tekankan Perbaikan Sanitasi, Usul Kantin Sekolah Jadi Dapur Aman Bergizi

“Nggak lama saya lihat ada mobil SPPG Gedong 2 datang, kemudian saya ambil video dan si bapak tua itu ngelarang. Saya bilang, ini di luar area publik nggak bisa larang-larang,” ujarnya.

Situasi semakin memanas ketika rombongan jurnalis hendak meninggalkan lokasi. Oknum pegawai tersebut disebut kembali menghadang. Bahkan, salah seorang wartawan mengaku sempat dicekik, sementara rekannya hampir dipukul.

“Pas sudah dijelasin, saya mau pergi ke SPPG Gedong 1 tapi tiba-tiba bapak yang tadi sudah kepalkan tangannya mau pukul saya, terus tiba-tiba malah cekik saya dan rekan saya,” jelasnya.

Baca Juga: Tragedi Keracunan Massal MBG di KBB: Fakta Bakteri Pembusuk hingga Usulan Dapur Sekolah

Belum ada tanggapan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang menaungi SPPG terkait kasus ini. Saat dikonfirmasi, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, tidak memberikan jawaban. Meski begitu, korban mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pasar Rebo.

“Sedang meluncur ke Polsek Pasar Rebo untuk membuat laporan,” kata salah satu wartawan.

Sebelumnya, BGN melalui keterangan resminya pada 10 September 2025, telah mengingatkan bahwa setiap pihak luar yang ingin berkunjung ke dapur SPPG wajib mengikuti prosedur resmi dengan menyampaikan surat izin.

Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Sadikin Ungkap Strategi Baru Atasi Keracunan MBG: SPPG Wajib SLHS, Puskesmas Ikut Awasi

“Kami minta agar bersurat resmi dengan mencantumkan latar belakang, tujuan, lokasi, serta jadwal kunjungan,” kata Khairul.

Ia menambahkan, aturan tersebut bertujuan menjaga ketertiban dan memastikan aktivitas di dapur MBG tidak terganggu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X