WartaJatim.CO.ID — Utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh kembali menjadi perbincangan publik usai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk melunasinya.
“Ini KCIC di bawah Danantara kan? Kalau di bawah Danantara mereka sudah punya manajemen sendiri,” ujar Purbaya dalam media gathering di Bogor, Jumat 10 Oktober 2025.
Menurutnya, Danantara sebagai induk konsorsium KCIC memiliki dividen besar yang seharusnya cukup untuk mengelola beban keuangan proyek tersebut.
“Rata-rata setahun bisa Rp80 triliun atau lebih. Seharusnya mereka manage dari situ, jangan ke kita lagi,” tambahnya.
Baca Juga: Layang-Layang Bikin Whoosh Mogok! KCIC Catat 50 Insiden, Kereta Cepat Tertunda hingga 50 Menit
Pernyataan tegas Menkeu ini mendapat tanggapan dari pihak Istana. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pemerintah telah meminta seluruh pihak terkait mencari solusi terbaik tanpa mengganggu APBN.
“Beberapa waktu yang lalu sudah dibicarakan untuk diminta mencari skema supaya beban keuangan itu bisa dicarikan jalan keluar,” kata Prasetyo kepada awak media di Jakarta Selatan, Minggu 12 Oktober 2025.
Lebih lanjut, Prasetyo menyoroti peran Whoosh yang telah membawa dampak positif bagi masyarakat.
“Whoosh menjadi transportasi yang sangat membantu aktivitas seluruh masyarakat, baik dari Jakarta maupun ke Bandung,” ujarnya. Ia bahkan menyebut pemerintah tengah memikirkan pengembangan rute baru hingga ke Surabaya.
Baca Juga: Wamendagri: 86 Kepala Daerah Akan Hadiri Retret di IPDN Jatinangor, Naik Whoosh ke Bandung
Sementara itu, Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa pihaknya kini sedang menyiapkan dua skema penyelesaian utang.
“Ini utang pembangunannya cukup besar. Kami sedang menyiapkan dua opsi, yaitu menambah penyertaan modal agar perusahaan bisa mandiri, atau menyerahkan infrastruktur kepada pemerintah,” jelasnya dalam acara di JICC Jakarta, Kamis 9 Oktober 2025.
Menurut Dony, kedua opsi tersebut tengah dikaji secara matang agar tidak membebani keuangan negara. Ia juga menilai keberadaan Whoosh telah berkontribusi besar dalam mempercepat mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi antara Jakarta dan Bandung.
Saat ini, total utang proyek Whoosh tercatat mencapai USD 7,3 miliar atau sekitar Rp116 triliun. Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas fiskal tanpa mengandalkan APBN dalam pembiayaannya.
Baca Juga: Kereta Cepat Whoosh: Solusi Transportasi Modern dari Jakarta ke Surabaya
Dengan langkah ini, pemerintah berharap proyek strategis nasional seperti Whoosh dapat terus berkembang tanpa menimbulkan risiko baru terhadap keuangan negara.
Artikel Terkait
Subsidi Upah Siap Dicairkan, Rp10,72 Triliun dari APBN Cair Juni-Juli untuk Pekerja Bergaji Rendah dan Guru Honorer
Rp277 Miliar dari APBN untuk Timnas Indonesia, Netizen Pertanyakan Transparansi Dana dan Manfaat untuk Rakyat
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap 1C Dimulai, 49 Didanai APBN, Target Rampung Akhir Agustus 2025
Prabowo Klaim Selamatkan Rp300 Triliun Dana APBN 2025 dari Risiko Korupsi, Anggaran Dialihkan ke Program Rakyat
Setelah Musala Ambruk, Pemerintah Siapkan Dana APBN untuk Bangun Ulang Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo