Ia meminta pemerintah membuat aturan yang lebih tegas terkait impor, dengan memastikan produk lokal terserap terlebih dahulu sebelum membuka keran impor.
“Saya bukan anti pasar bebas, tapi saya percaya pada proteksi pintar. Negara harus melindungi sektor strategis,” tambahnya.
Terkait Satgas lintas lembaga yang dibentuk untuk memberantas impor ilegal, Firnando menilai kinerjanya belum optimal.
“Satgas ini masih seperti jerawat, diberantas di satu titik, muncul di titik lain,” ujarnya sambil menekankan perlunya koordinasi langsung di bawah Kemenko Perekonomian dan Presiden.
Baca Juga: Gebrakan Baru Menkeu Purbaya: Janji Lunasi Rp55 Triliun, Tegur BUMN, dan Sidak Bank Pelat Merah
Meski demikian, ia tetap optimistis terhadap arah ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “Saya yakin Pak Prabowo punya kemauan besar memperkuat industri dan kemandirian ekonomi nasional,” ucapnya.
Menutup wawancara, Firnando berharap dirinya dapat dikenang sebagai legislator yang berjuang untuk mengembalikan BUMN ke jati dirinya. “BUMN bukan sekadar korporasi pencetak laba, tapi pilar kedaulatan ekonomi bangsa,” pungkasnya.
(SW)
Artikel Terkait
Pertamina dan PLN Gandeng Danantara Kembangkan 1.130 MW Energi Panas Bumi Melalui Geothermal
Mandat Prabowo di Pidato Kenegaraan: Danantara Ditugaskan Bereskan BUMN dan Pangkas Komisaris
IFG Tutup Program Kindness to Progress 2025, Desa Ngabab Jadi Contoh Transformasi Sosial BUMN
Danantara Indonesia Siapkan Pemimpin Global, Eksekutif Ikut CBDO Program di INSEAD Asia Campus Singapura
Hasan Nasbi Tinggalkan PCO, Kini Resmi Menjabat Komisaris Pertamina Berdasarkan SK Menteri BUMN
BUMN Jadi Badan: DPR Setuju, Menpan RB Pastikan ASN Tetap Aman