Catatan Sejarah Inflasi di Era Orde Baru
Purbaya menyinggung bahwa Indonesia sempat mengalami hiperinflasi hingga 635 persen pada 1966, sebelum akhirnya berhasil ditekan menjadi 112 persen berkat kebijakan Menteri Keuangan Frans Seda.
Pemerintah kala itu menerapkan kebijakan stabilisasi ekonomi dan program Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) yang mendorong pertumbuhan dan swasembada pangan. Upaya tersebut terbukti efektif menurunkan inflasi dan memperkuat daya beli masyarakat.
Menjaga Inflasi, Menjaga Kepercayaan Rakyat
Menkeu Purbaya menutup arahannya dengan mengingatkan bahwa menjaga inflasi bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Sentil Daerah Soal APBD Tak Terserap, Minta Kurangi Ketimpangan Ekonomi Jawa Sentris
Menurutnya, kestabilan harga menjadi salah satu bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil dan menjadi pondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.
(DP)
Artikel Terkait
Fenomena Vampir Ekonomi, Metafora Unik Kebijakan Publik dalam Atasi Inflasi dan Masalah Sosial
Inflasi Pangan Turun, Tito Klaim Distribusi Beras SPHP Jadi Penopang Utama
Klaim Harga Pangan Stabil, Mendagri Tito dan Mentan Amran Sebut Inflasi Nasional Turun Jadi 2,31 Persen
ax Amnesty Jilid III Ditolak Menkeu Purbaya, Dinilai Bisa Rusak Sistem Pajak dan Dorong Ketidakjujuran
DPR Sentil Menkeu Purbaya: Fokus ke Ekonomi, Kurangi Komentar soal Kementerian Lain
Fakta Baru Anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG): 29% Terserap, Rp70 Triliun Dikembalikan, Menkeu Purbaya Buka Suara