“Tentu kami terbuka, namun tetap selektif dalam menerima kunjungan. Proses di dalam SPPG tidak boleh terganggu oleh aktivitas dari luar,” tegasnya.
Kasus dugaan penganiayaan terhadap jurnalis ini kian menambah kontroversi program MBG yang sebelumnya sudah disorot akibat ribuan siswa dilaporkan mengalami keracunan.
Baca Juga: Said Abdullah Usul Kantin Sekolah Jadi Dapur MBG usai 5.620 Siswa Keracunan
Hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah makanan terkontaminasi bakteri akibat dapur tidak higienis dan penggunaan bahan pangan yang tidak segar. Kini, di tengah upaya perbaikan pengelolaan program, muncul pula persoalan keselamatan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Publik menanti langkah tegas pemerintah dan pihak berwenang dalam menyikapi insiden ini.
(ASR)