Nyak Sandang yang saat itu masih berusia 23 tahun ikut ambil bagian dalam penggalangan dana tersebut.
Ia bersama sang ayah menjual sepetak tanah yang ditumbuhi puluhan pohon kelapa, lalu menyerahkan hasilnya kepada pemerintah. Tak hanya itu, ia juga menyumbangkan tambahan 10 gram emas.
Kontribusi tersebut menjadikannya salah satu sosok penting di balik pembelian pesawat Seulawah RI-001 yang kemudian menjadi simbol perjuangan dan kemandirian bangsa.
Baca Juga: Viral Ribuan Motor Berlogo BGN, Disebut untuk Operasional Program MBG
Jejak yang Akan Selalu Dikenang
Atas jasanya, Nyak Sandang sempat menerima penghargaan Bintang Jasa Utama dari pemerintah pada 2025.
Kini, kepergiannya meninggalkan duka mendalam sekaligus warisan sejarah yang tak terlupakan. Sosoknya menjadi bukti nyata peran rakyat dalam mempertahankan dan membangun Indonesia di masa awal kemerdekaan.
(NR)