• Sabtu, 18 April 2026

Pemkot Surabaya Dorong UMKM Hindari Pinjaman Online Lewat BPR Suroboyo dan Produk Bunga Ringan

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Selasa, 1 Juli 2025 | 18:54 WIB
Bank Suroboyo Milik Pemkot Surabaya Jadi Solusi UMKM Hindari Jeratan Pinjol (Foto: surabaya.go.id)
Bank Suroboyo Milik Pemkot Surabaya Jadi Solusi UMKM Hindari Jeratan Pinjol (Foto: surabaya.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kota Surabaya terus berkomitmen dalam mendorong masyarakat agar tidak terjerat pinjaman online ilegal dengan memaksimalkan peran Bank Perekonomian Rakyat Surya Artha Utama (BPR SAU).

Bank milik Pemkot Surabaya yang dikenal juga sebagai Bank Suroboyo ini memiliki berbagai produk pinjaman berbunga rendah yang dirancang khusus untuk mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Surabaya, BPR SAU merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang memiliki visi besar dalam memberikan akses permodalan kepada UMKM, terutama yang belum tersentuh layanan perbankan konvensional.

Baca Juga: Dimeriahkan Komunitas Otomotif, Kilap Premium Resmi Buka Experience Store Pertama di Malang

Direktur Utama BPR SAU, Renny Wulandari, menuturkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM mikro belum familiar dengan sistem perbankan dan sering kali tidak memenuhi persyaratan bank umum.

“Di sini peran BPR SAU hadir di Kota Surabaya untuk membantu UMKM. Produk unggulan kami yang paling meringankan UMKM adalah Pinjaman UMKM Pasti Tangguh (Puspita),” ujar Renny, Rabu (25/6/2025).

Program Pinjaman Puspita mulai diperkenalkan pada tahun 2019, saat pandemi COVID-19 melanda, sebagai upaya strategis untuk memulihkan ekonomi pelaku usaha kecil.

Baca Juga: Banyuwangi Kembali Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Nasional Balap Sepeda 2025 dengan Ragam Event Bergengsi

Produk ini menawarkan bunga pinjaman yang sangat rendah, yakni sebesar 3 persen per tahun atau setara 0,25 persen per bulan, sehingga sangat cocok bagi UMKM mikro dengan omzet bulanan sekitar Rp10 juta.

Skema pinjaman Puspita juga fleksibel dan bertahap, dimulai dari plafon pinjaman Rp2,5 juta, dan jika lunas dalam satu tahun, nasabah berkesempatan memperoleh pinjaman hingga Rp5 juta di tahap berikutnya.

“Untuk pinjaman pertama, biasanya dimulai dari Rp 2,5 juta. Namun, jika sudah lunas dalam waktu satu tahun, pinjaman selanjutnya bisa mencapai Rp 5 juta. Skema ini bersifat berjenjang dan disesuaikan dengan omzet usaha,” terangnya.

Baca Juga: PMI Bojonegoro Perkuat Layanan dan Rayakan Hari Donor Darah Sedunia dengan Gedung Baru dan Penghargaan Pendonor

Selain Puspita, BPR SAU juga menghadirkan produk lain seperti Kredit UMKM Surabaya (KUMIS) yang diperuntukkan bagi pelaku usaha dengan omzet yang lebih besar.

Menariknya, BPR SAU juga menawarkan solusi bagi masyarakat yang terjebak dalam lingkaran pinjaman rentenir melalui program pembiayaan khusus yang dirancang untuk melunasi utang tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: Surabaya.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X