• Sabtu, 18 April 2026

Surabaya Jadi Kota Percontohan Proyek SETI Efisiensi Energi dan Energi Terbarukan di Sektor Bangunan Gedung

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Rabu, 17 September 2025 | 14:16 WIB
Surabaya Terapkan Konsep Green Building dan Compact City untuk Wujudkan Efisiensi Energi (Foto: surabaya.go.id)
Surabaya Terapkan Konsep Green Building dan Compact City untuk Wujudkan Efisiensi Energi (Foto: surabaya.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Kota Surabaya resmi dipilih sebagai kota percontohan implementasi proyek Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI) yang digagas oleh Kementerian Federal Urusan Ekonomi dan Aksi Iklim (BMWK) Pemerintah Jerman melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Surabaya, Penunjukan ini berfokus pada penerapan efisiensi energi sekaligus pemanfaatan energi terbarukan pada sektor bangunan gedung.

Baca Juga: Putri Puan Maharani, Mbak Pinka, Diusulkan Jadi Ketua DPD PDIP Jawa Tengah

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menyampaikan alasan pemilihan Surabaya sebagai pilot project karena Pemerintah Kota dinilai memiliki komitmen kuat dalam menekan emisi gas rumah kaca dari bangunan.

Pernyataan itu disampaikan dalam seminar Efisiensi Energi dan Energi Terbarukan pada Bangunan yang digelar di Auditorium Pascasarjana Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Selasa (16/9/2025).

“Sejak awal tahun SETI sudah bekerja di Surabaya, IESR sedang menjalankan studi nilai dasar konsumsi energi di bangunan gedung di Surabaya. Total ada 295 bangunan yang menjadi sampel, studi ini nantinya dapat memberikan informasi bagi pemilik bangunan untuk melaksanakan upaya-upaya penghematan energi dan memangkas biaya operasional bangunan di masa depan,” kata Fabby.

Baca Juga: Pasca Demo Tunjangan DPR, Rieke Diah Pitaloka Sentil Tukin Kementerian: Kemenkeu 300 Persen Tiap Bulan

Ia menambahkan bahwa penelitian lapangan mengenai efisiensi energi dan energi terbarukan ditargetkan selesai pada akhir September 2025.

Selanjutnya, hasil penelitian itu akan dipresentasikan pada Oktober 2025 sebagai bahan acuan bagi pemangku kepentingan.

Menurutnya, pendampingan dari proyek SETI akan berlanjut agar Surabaya bisa menjadi kota terdepan dalam proses dekarbonisasi sektor bangunan gedung.

Baca Juga: Gus Ipul Tegas: Panti Asuhan Ilegal Tanpa Registrasi dan Akreditasi Akan Ditutup Kemensos

Di sisi lain, Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menegaskan bahwa isu efisiensi energi dan energi terbarukan bukan sekadar wacana bagi pemerintah kota. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data global, sektor bangunan merupakan penyumbang konsumsi energi terbesar yang diperkirakan mencapai 40 persen dari total emisi energi pada tahun 2030.

Irvan menilai hal tersebut selaras dengan visi Kota Surabaya, yaitu Transformasi Kota Surabaya Menuju Kota Dunia yang Maju, Humanis, dan Berkelanjutan.

“Nah, di sini ada kata berkelanjutan, lima kata ini yang menjadi motivasi kami dan arah kebijakan ke depannya,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Surabaya.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X