• Sabtu, 18 April 2026

Pemkot Surabaya Beri Bantuan Tangan Palsu dan Pendampingan Psikologis untuk Santri Korban Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Jumat, 17 Oktober 2025 | 07:15 WIB
Pemkot Surabaya Siapkan Bantuan Tangan Palsu untuk Santri Korban Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny (Foto: surabaya.go.id)
Pemkot Surabaya Siapkan Bantuan Tangan Palsu untuk Santri Korban Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny (Foto: surabaya.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunjukkan kepedulian mendalam terhadap warganya yang menjadi korban dalam peristiwa runtuhnya Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo.

Salah satu bentuk nyata dari kepedulian tersebut adalah pemberian bantuan tangan palsu untuk Nur Ahmad, santri asal Surabaya yang selamat namun harus kehilangan salah satu tangannya akibat musibah itu.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Surabaya, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa pemberian bantuan tersebut merupakan wujud tanggung jawab Pemkot terhadap warga yang terdampak musibah, sekaligus bentuk komitmen dalam memberikan perlindungan dan perhatian bagi seluruh masyarakat Surabaya.

Baca Juga: Pemkab Bojonegoro Perkuat Ekonomi Desa Lewat Koperasi Merah Putih, Dorong Kemandirian dan Gotong Royong Masyarakat

“Jadi nanti Insyaallah semua korban yang ada yang dari Kota Surabaya maka kita akan lihat kondisinya apa yang bisa kita bantu. Kalau nanti ada yang tangan palsu, kaki palsu, akan bantu semuanya,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi, Kamis (16/10/2025).

Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri tersebut menjelaskan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya telah melakukan pendataan menyeluruh terhadap warga Surabaya yang menjadi korban.

Proses ini dilakukan agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan para korban.

Baca Juga: Pemkot Surabaya dan TP PKK Perluas Pendidikan Keluarga Lewat Program Kemangi untuk Cetak Generasi Emas 2045

“BPBD sudah merekap berapa korban jiwa, berapa korban yang selamat tapi dalam kondisi dan perlu bantuan, maka kita datang. Ini kita lakukan karena memang mereka adalah warga Kota Surabaya,” jelasnya.

Selain memberikan bantuan fisik, Pemkot Surabaya juga menyiapkan program pendampingan psikologis bagi para korban serta keluarga mereka.

Langkah ini diambil untuk membantu proses pemulihan mental para santri yang mengalami trauma setelah peristiwa tragis tersebut.

Baca Juga: Wabup Malang Lathifah Shohib Ajak Siswa SMPN 2 Sumberpucung Jaga Tradisi Lewat Gelar Karya Kokurikuler Bertema Pendidikan dan Budaya

“Kami akan memprioritaskan pendampingan psikologis bagi korban dan keluarga. Langkah ini sangat penting supaya mereka bisa kembali melanjutkan kehidupan dan beraktivitas seperti biasanya. Setelah itu, kami akan lakukan pendampingan jangka panjang,” terangnya.

Eri Cahyadi menambahkan, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk terus mendampingi para korban hingga mereka benar-benar pulih, baik secara fisik maupun psikologis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Surabaya.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X