• Sabtu, 18 April 2026

Wali Kota Eri Cahyadi Tegaskan Aksi Pawang Gajah Rocky di Kebun Binatang Surabaya Merupakan Upaya Penenangan Bukan Eksploitasi Satwa

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Jumat, 17 Oktober 2025 | 07:30 WIB
Eri Cahyadi Ajak Masyarakat Kawal Moroseneng dengan Pengawasan Ketat dan Kegiatan Positif (Foto: surabaya.go.id)
Eri Cahyadi Ajak Masyarakat Kawal Moroseneng dengan Pengawasan Ketat dan Kegiatan Positif (Foto: surabaya.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, secara resmi mengumumkan hasil akhir pemeriksaan terhadap dugaan kasus panunggangan Gajah Rocky Bolboa di Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Hasil audit gabungan yang dilakukan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur dan tim ahli dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menyimpulkan bahwa tindakan pawang tidak termasuk eksploitasi, melainkan bagian dari proses penenangan satwa.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Surabaya, Eri Cahyadi menjelaskan, keputusan pengumuman hasil pemeriksaan baru disampaikan setelah proses validasi dilakukan oleh para ahli.

Baca Juga: Pemkab Bojonegoro Perkuat Ekonomi Desa Lewat Koperasi Merah Putih, Dorong Kemandirian dan Gotong Royong Masyarakat

Hal ini menunjukkan komitmen dan akuntabilitas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menyampaikan informasi yang berbasis kajian ilmiah.

“Kami telah menginstruksikan Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan pada KBS. Selain itu, saya tidak berhak menyampaikan hasil pemeriksaan satwa secara langsung karena saya bukan ahlinya. Kredibilitas informasi harus dijaga, maka kami mengundang BBKSDA dan ahli mahout dari Way Kambas untuk memeriksa langsung,” jelas Wali Kota Eri, Kamis (16/10/2025).

Pemeriksaan dilakukan menyusul viralnya video di media sosial yang menampilkan pawang menaiki punggung Gajah Rocky.

Baca Juga: Pemkot Surabaya dan TP PKK Perluas Pendidikan Keluarga Lewat Program Kemangi untuk Cetak Generasi Emas 2045

Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa insiden tersebut terjadi ketika Gajah Rocky sedang diperkenalkan pada lingkungan barunya di KBS dan memperlihatkan reaksi ketidaktenangan.

Ahli dari Way Kambas menegaskan bahwa tindakan pawang pada saat kejadian merupakan upaya penenangan satwa, bukan pelatihan beban maupun aktivitas eksploitasi.

“Pihak ahli menyampaikan bahwa kejadian di video viral adalah upaya penenangan satwa. Mahout naik ke punggung gajah sambil mengelus untuk menstabilkan satwa, lalu segera turun setelah gajah kembali tenang. Ini bukanlah panunggangan rutin atau pelatihan beban,” imbuhnya.

Baca Juga: Wabup Malang Lathifah Shohib Ajak Siswa SMPN 2 Sumberpucung Jaga Tradisi Lewat Gelar Karya Kokurikuler Bertema Pendidikan dan Budaya

Lebih lanjut, hasil audit juga mengungkapkan beberapa rekomendasi penting dari tim ahli. Dalam aspek pelatihan, pihak Way Kambas memberikan panduan bahwa gajah dapat mulai diperkenalkan kepada mahout dan lingkungan sekitarnya sejak usia dini.

Proses pelatihan dasar yang meliputi 33 gerakan dapat dimulai saat gajah berusia antara tiga hingga empat bulan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Surabaya.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X