Tak hanya bercerita, Juwita juga memperlihatkan video pendek dan beberapa foto sebagai bukti bahwa ia benar-benar menjadi korban kekerasan seksual.
Baca Juga: Idul Fitri 2025: Meriahnya Tradisi Ronjok Sayak di Bengkulu Saat Lebaran
Sayangnya, kisah pilu itu belum berakhir. Pada 22 Maret 2025, pemerkosaan kembali terjadi, dan hari itu pula menjadi hari terakhir Juwita terlihat hidup.
Ia ditemukan tak bernyawa di kawasan Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, pada keesokan harinya, Sabtu (23/3/2025), sekitar pukul 15.00 WITA.
Jasad korban ditemukan tergeletak di pinggir jalan bersama sepeda motornya, awalnya diduga mengalami kecelakaan tunggal.
Namun, warga yang pertama kali menemukan jenazah mulai meragukan dugaan itu karena tak terlihat adanya tanda-tanda benturan atau bekas tabrakan.
Sebaliknya, mereka menemukan luka lebam di bagian leher korban dan kehilangan ponsel miliknya.
Kecurigaan keluarga pun menguat bahwa kematian Juwita bukan kecelakaan biasa, melainkan pembunuhan yang disengaja untuk menghilangkan jejak kejahatan sebelumnya.
Baca Juga: Idul Fitri 1446 H: Bakdo Kupat, Tradisi Lebaran di Jawa yang Sarat Makna
"Pada 22 Maret itulah korban diduga kembali diperkosa sebelum akhirnya dihabisi. Ini pembunuhan berencana," kata Pazri dengan nada geram.
Tersangka Jumran yang sebelumnya bertugas di Lanal Balikpapan telah diserahkan ke Denpomal Banjarmasin oleh Denpomal Balikpapan pada Jumat malam, 28 Maret 2025, untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Hingga saat ini, pihak Denpomal Banjarmasin masih belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan penyidikan.
Baca Juga: Idul Fitri 1446 H: Bakdo Kupat, Tradisi Lebaran di Jawa yang Sarat Makna
Namun publik berharap kasus ini ditangani secara transparan dan adil, mengingat korban adalah seorang jurnalis yang selama hidupnya aktif menyuarakan isu-isu sosial.
Artikel Terkait
Revisi UU TNI Disahkan! Benarkah Supremasi Sipil Aman dan Dwifungsi TNI Tidak Kembali?
Fakta Baru! Kasus 3 Polisi Tewas di Lampung, Dugaan Aliran Uang Haram ke Oknum TNI-Polri Terbongkar!
Sinergi TNI dan Masyarakat: Babinsa Pasongsongan Bantu Pembangunan Rumah Warga Asmuni di Sumenep
Bentrok dengan Polisi, Demonstran Tolak Revisi UU TNI di Malang Jadi Korban Kekerasan
Demo Tolak UU TNI yang Disahkan di Kuningan Ricuh, Massa Bentrok dengan Aparat
Di Tengah Isu Dwifungsi ABRI, Anita Wahid Ceritakan Keluarganya yang Pernah Diteror TNI