WartaJatim.CO.ID – Kasus kematian tragis jurnalis muda asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan, akhirnya menemui titik terang.
Fakta mengejutkan terungkap dari kuasa hukum keluarga korban yang menyebut bahwa sebelum dibunuh, Juwita diduga kuat mengalami kekerasan seksual sebanyak dua kali oleh pelaku yang merupakan prajurit aktif TNI AL bernama Jumran.
Muhamad Pazri, kuasa hukum dari pihak keluarga korban, mengungkapkan bahwa bukti-bukti yang mereka miliki menunjukkan dengan jelas adanya dugaan pemerkosaan yang dilakukan tersangka.
Bahkan, korban sempat mengungkapkan kejadian tersebut kepada keluarganya dan menunjukkan bukti berupa video serta foto-foto yang memperkuat dugaan itu.
"Berdasarkan alat bukti, kami sampaikan bahwa korban mengalami kekerasan seksual, ini adalah pemerkosaan," tegas Pazri saat diwawancarai, Kamis (3/4/2025).
Kronologi memilukan ini bermula dari perkenalan antara Juwita dan Jumran melalui media sosial pada September 2024.
Setelah beberapa kali berkomunikasi dan bertukar nomor telepon, keduanya mulai menjalin interaksi lebih intens.
Puncaknya, pada periode antara 25 hingga 30 Desember 2024, pelaku meminta korban memesankan kamar hotel di Banjarbaru dengan alasan kelelahan usai menjalani kegiatan.
Tanpa curiga, Juwita mengabulkan permintaan tersebut. Namun, bukannya beristirahat seperti alasan awal, pelaku justru memanfaatkan situasi untuk melakukan aksi bejatnya.
Baca Juga: WFA Efektif Redakan Macet! Bima Arya Ungkap Mudik Lebaran 2025 Lebih Lancar Berkat Kebijakan Ini!
"Setelah kamar dipesan, pelaku meminta korban menunggunya di sana. Saat tiba, pelaku langsung membawa korban ke kamar, mendorong ke tempat tidur, bahkan sempat memitingnya sebelum terjadi pemerkosaan," ujar Pazri mengungkap kronologi kejadian.
Korban yang tertekan akhirnya menceritakan kejadian tersebut kepada kakak iparnya pada 26 Januari 2025.
Artikel Terkait
Revisi UU TNI Disahkan! Benarkah Supremasi Sipil Aman dan Dwifungsi TNI Tidak Kembali?
Fakta Baru! Kasus 3 Polisi Tewas di Lampung, Dugaan Aliran Uang Haram ke Oknum TNI-Polri Terbongkar!
Sinergi TNI dan Masyarakat: Babinsa Pasongsongan Bantu Pembangunan Rumah Warga Asmuni di Sumenep
Bentrok dengan Polisi, Demonstran Tolak Revisi UU TNI di Malang Jadi Korban Kekerasan
Demo Tolak UU TNI yang Disahkan di Kuningan Ricuh, Massa Bentrok dengan Aparat
Di Tengah Isu Dwifungsi ABRI, Anita Wahid Ceritakan Keluarganya yang Pernah Diteror TNI