• Sabtu, 18 April 2026

Merespon Aksi Demo yang Marak Beberapa Waktu Terakhir, Prabowo: Demo Itu Murni atau Ada yang Bayar?

Photo Author
Baharudin Gia, Wartajatim.co.id
- Rabu, 9 April 2025 | 09:15 WIB
Presiden Prabowo ketika menghadiri panen raya di Majalengka, Senin, 7 April 2025. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo ketika menghadiri panen raya di Majalengka, Senin, 7 April 2025. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

WartaJatim.CO.ID - Selama beberapa waktu terakhir, pemerintah menjadi bulan-bulanan hingga muncul aksi demo karena dianggap tidak pro pada rakyat.

Salah satu demo yang paling ramai adalah RUU TNI yang kemudian telah disahkan menjadi UU TNI beberapa waktu lalu.

Kekhawatiran rakyat yang memicu aksi demo karena dikhawatirkan akan mengembalikan dwifungsi TNI meski pemerintah membantah hal tersebut.

Presiden Prabowo dalam bincang-bincang bersama para pemimpin redaksi media massa nasional di Hambalang, Bogor pada Minggu, 6 April 2025 justru sangsi apakah demo tersebut memiliki niat murni atau ‘bayaran’ pihak tertentu.

Baca Juga: Prabowo Klaim Utang dan Inflasi Indonesia Masih yang Terkecil di Dunia: Kita Jangan Terlalu Takut

“Demo biasa dalam negara sebesar kita, kan kita sepakat berdemokrasi, orang berdemo itu dijamin oleh Undang Undang Dasar, hak berkumpul, hak berserikat, dan sebagainya,” kata Prabowo, dikutip dari unggahan video di kanal YouTube Najwa Shihab pada Senin, 7 April 2025.

Meski dijamin UUD 1945, Prabowo menegaskan bahwa investigasi harus dilakukan jika ada tindak kekerasan dalam pelaksanaannya.

Ia juga menyoroti niat di balik gelombang demo besar beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Prabowo Klaim Indonesia Sudah Blunder Selama 30 Tahun Terakhir, Ungkap Bukan Kesalahan Satu Presiden tapi Sebut Beberapa Pihak Ini

“Coba perhatikan secara obyektif, jujur ya, apakah demo-demo itu murni atau ada yang bayar? Harus obyektif dong, ya,” imbuhnya.

Prabowo kemudian menjabarkan beberapa demo yang sempat terjadi, seperti saat efisiensi anggaran hingga demo dana pendidikan yang sempat dirumorkan akan dikurangi.

“Kita bukan anak kecil, kita hormati hak berdemo asal demonya damai, tidak menyulut kerusuhan, nah kalau bakar-bakar ban itu bukan damai,” tegasnya.

Baca Juga: Dukung Penguatan Ketahanan Pangan, Wali Kota Mojokerto Ning Ita Pimpin Panen Raya Padi Bersama Presiden Prabowo Secara Virtual

Menurut Prabowo, apabila demo sengaja diciptakan hanya untuk kerusuhan, sama saja melawan kepentingan nasional.
***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Baharudin Gia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X