• Sabtu, 18 April 2026

Prabowo Klaim Indonesia Sudah Blunder Selama 30 Tahun Terakhir, Ungkap Bukan Kesalahan Satu Presiden tapi Sebut Beberapa Pihak Ini

Photo Author
Baharudin Gia, Wartajatim.co.id
- Rabu, 9 April 2025 | 09:11 WIB
Presiden Prabowo Tanggapi Kebijakan Tarif Trump: "Indonesia Harus Berdiri di Atas Kaki Sendiri" (Foto: Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Tanggapi Kebijakan Tarif Trump: "Indonesia Harus Berdiri di Atas Kaki Sendiri" (Foto: Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

WartaJatim.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto kembali menarik perhatian publik lewat pernyataan tegasnya soal kondisi ekonomi Indonesia saat ini.

Dalam pertemuan eksklusif bersama sejumlah pemimpin redaksi di kediamannya di Hambalang, Bogor, Prabowo menepis anggapan bahwa Indonesia tengah terjerat utang dalam jumlah besar.

"‘Utang kita besar’ loh? Kalau dibandingkan dengan banyak negara, utang kita justru salah satu yang terkecil di dunia. Hanya empat sampai lima negara yang memiliki utang lebih kecil dari kita," ujar Prabowo, seperti dikutip dari kanal YouTube Najwa Shihab pada Senin, 7 April 2025.

Baca Juga: Dukung Penguatan Ketahanan Pangan, Wali Kota Mojokerto Ning Ita Pimpin Panen Raya Padi Bersama Presiden Prabowo Secara Virtual

Tak hanya membahas soal utang, mantan Menteri Pertahanan ini juga menyoroti kondisi inflasi nasional yang menurutnya berada dalam level yang cukup stabil dan bahkan menjadi sorotan dunia.

"Inflasi kita juga termasuk yang terendah dibanding negara-negara lain. Banyak negara justru datang ke kita, ingin belajar bagaimana cara kita mengendalikan inflasi," ungkapnya dengan penuh percaya diri.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo tak segan mengajak bangsa untuk berkaca pada perjalanan 30 tahun ke belakang.

Baca Juga: SBY Dukung Strategi Prabowo Hadapi Tarif Impor Trump: Langkah Negosiasi Jauh Lebih Elegan!

Menurutnya, ada banyak keputusan keliru yang telah diambil dan berujung pada blunder-blunder besar yang merugikan bangsa.

"Terus terang saja, kita koreksi diri ya sebagai bangsa. Selama 30 tahun ini, kita banyak melakukan blunder. Kita akui saja," tuturnya lugas.

Namun, ia menolak untuk menjadikan satu presiden sebagai kambing hitam atas kesalahan tersebut.

Baca Juga: Presiden Prabowo Bantah RUU TNI untuk Kembalikan Dwifungsi, Hanya Perpanjang Usia Pensiun

"Jangan salahkan siapa presidennya. Masak satu presiden harus bertanggung jawab atas semua? Ini banyak blunder kok," jelas Prabowo.

Yang cukup mengejutkan, Prabowo tak hanya menyentil elite politik, tapi juga menuding para akademisi—mulai dari teknokrat hingga profesor—yang dinilainya abai dalam mengingatkan pemerintah saat terjadi penyimpangan.

"Hei para teknokrat, hei para profesor, hei para guru besar! Kenapa tidak koreksi? Kenapa tidak ingatkan saat dilakukan penyimpangan, saat blunder-blunder itu terjadi?" tegasnya, seolah ingin membuka ruang diskusi nasional tentang peran intelektual dalam pembangunan bangsa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Baharudin Gia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X