"Saya harap mereka bisa terarah memiliki visi dan memiliki masa depan yang baik," tegasnya.
Rencana kebijakan ini mendapat beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian pihak mendukung langkah tegas tersebut sebagai upaya menangani kenakalan remaja yang kian mengkhawatirkan.
Namun, pihak lain justru khawatir pendekatan semi-militer terhadap siswa dapat menimbulkan dampak psikologis.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Hapus Utang Pajak Kendaraan Warga Jabar! Simak Kebijakan Menarik Ini!
Para aktivis pendidikan menyoroti pentingnya pendekatan yang lebih komprehensif dan humanis dalam menangani masalah kenakalan remaja, dengan mempertimbangkan akar permasalahan dan kondisi psikologis mereka.
Belum diketahui kapan kebijakan ini akan mulai diterapkan secara resmi dan bagaimana proses seleksi atau kategorisasi siswa yang akan dikirim ke barak militer.
Pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat diperkirakan akan merilis pedoman pelaksanaan yang lebih detail dalam waktu dekat. (SAZ)
Penulis: Sabrina Zainita
Artikel Terkait
Sorotan Dedi Mulyadi Soal Penyebab Banjir Cisarua: Bongkar Hibisc Fantasy, Hijaukan Lagi Puncak Bogor
Alasan Dedi Mulyadi Bongkar Hibisc Fantasy di Kawasan Puncak Bogor, Tak Segan Meskipun Milik BUMD Jabar
Selain Minta Bongkar Hibisc Fantasy, Dedi Mulyadi Soroti Perizinan Tempat Wisata di Puncak Bogor: Hutan Lindung Ini Kenapa Dirusak?
Terungkap! 4 Bangunan di Puncak Bogor Disegel Dedi Mulyadi, Simak Alasannya!
Proyek Normalisasi Sungai Bekasi Terhambat! Dedi Mulyadi: “Sungai Disertifikatkan, Ini Jahat!”
Dedi Mulyadi Hapus Utang Pajak Kendaraan Warga Jabar! Simak Kebijakan Menarik Ini!