• Sabtu, 18 April 2026

Selain Minta Bongkar Hibisc Fantasy, Dedi Mulyadi Soroti Perizinan Tempat Wisata di Puncak Bogor: Hutan Lindung Ini Kenapa Dirusak?

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Jumat, 7 Maret 2025 | 14:10 WIB
Potret Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (kiri) dan tempat wisata Hibisc Fantasy di Puncak Bogor (kanan). (Instagram.com / @dedimulyadi71 - @hibiscfantasypuncak_bogor)
Potret Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (kiri) dan tempat wisata Hibisc Fantasy di Puncak Bogor (kanan). (Instagram.com / @dedimulyadi71 - @hibiscfantasypuncak_bogor)

WartaJatim.CO.ID - Sedang hangat diperbincangkan terkait Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang memerintahkan jajarannya untuk melakukan pembongkaran terhadap tempat wisata Hibisc Fantasy di kawasan Puncak Bogor, pada Kamis, 6 Maret 2025.

Dedi menuturkan, pembongkaran Hibisc Fantasy dilakukan oleh personil Satpol PP Jabar dibantu dengan Pemkab Bogor.

"Karena tidak mau bongkar sendiri, perintah saya bongkar mulai hari ini," tegas Dedi saat meninjau langsung Hibisc Fantasy di Puncak Bogor, Jawa Barat pada Kamis, 6 Maret 2025.

Baca Juga: Bantah Jadwal Pengangkatan CPNS dan PPPK 2024 Mundur akibat Efisiensi, Ini 4 Alasan Menpan RB Rini Widyantini

Selain pembongkaran Hibisc Fantasy, Dedi juga meninjau kawasan wisata di Puncak Bogor lainnya yang diklaim sebagai kegiatan mengevaluasi izin usaha yang berpotensi merusak lingkungan.

Dalam kunjungan itu, Dedi didampingi oleh Menteri Lingkungan Hidup atau Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq serta Bupati Bogor, Rudy Susmanto.

Salah satu yang disoroti Dedi adalah jembatan gantung yang dibangun di kawasan ekowisata Eiger Adventure Land, Megamendung.

Baca Juga: Alasan Dedi Mulyadi Bongkar Hibisc Fantasy di Kawasan Puncak Bogor, Tak Segan Meskipun Milik BUMD Jabar

Dedi mempertanyakan izin pendirian jembatan tersebut yang dinilai berdampak buruk pada lingkungan.

"Lah, itu sudah ada bangunan ya (jembatan gantung)? Itu yang paling melanggar. Lihat itu terbelah sampai longsor," ujar Dedi.

Gubernur Jabar itu menegaskan pembangunan di kawasan Puncak Bogor perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap ekosistem dan masyarakat sekitar.

Baca Juga: Update Korupsi Pertamina: Kejagung dan BPK Bakal Hitung Angka Pasti Kerugian Negara di Skandal Tata Kelola Minyak Mentah

"Nggak boleh, harusnya ini (dibangun wisata jembatan). Tempatnya memang bagus begini, tapi ada yang terganggu (warga jadi korban). Alam kayak gini aja diganggu," ucap Dedi.

Kemudian, Dedi pun sempat kemudian menanyakan perizinan pembangunan wisata tersebut kepada pejabat Kabupaten Bogor yang hadir.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X