• Sabtu, 18 April 2026

Amran Sulaiman Bongkar Modus Beras SPHP, Negara Rugi Rp99 Triliun karena Oplosan!

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Rabu, 23 Juli 2025 | 17:05 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (pertanian.go.id)   (pertanian.go.id)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (pertanian.go.id) (pertanian.go.id)

wartajatim.co.id - Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, membeberkan temuan mengejutkan terkait manipulasi dalam distribusi beras subsidi.

Dalam rapat dengan Komisi IV DPR pada Rabu, 16 Juli 2025, ia menyatakan bahwa praktik pengoplosan beras dalam program SPHP menyebabkan kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp99 triliun per tahun.

Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), yang sejatinya dirancang untuk memastikan akses masyarakat terhadap beras murah dan berkualitas, justru dimanfaatkan oleh oknum untuk meraup keuntungan. Dengan modus mengganti kemasan, beras biasa dijual sebagai beras premium di pasaran.

"SPHP diserahkan pada toko, 20 persen etalase, 80 persen dioplos jadi premium. Itu satu, kerugian negara," jelas Amran dalam rapat tersebut.

Baca Juga: Pemerintah Salurkan 360.000 Ton Bansos Beras! Mentan Amran Siap Tindak Mafia Pangan yang Coba Main Curang

Ia menambahkan bahwa bentuk kecurangan tersebut tidak hanya merugikan keuangan negara, tapi juga sangat menyengsarakan rakyat.

Banyak masyarakat yang akhirnya membeli beras oplosan dengan harga tinggi, padahal kualitasnya tidak sesuai standar premium.

"Kerugian negara kita estimasi hitungan dengan tim, tapi kita serahkan pada penegak hukum. Itu SPHP yang ada ini sementara pelacakan penyelidikan," katanya.

Bahkan menurut hitungan Amran dan timnya, apabila praktik ini terus berlangsung selama lima hingga sepuluh tahun ke depan, angka kerugiannya bisa melampaui Rp100 triliun.

Baca Juga: Mentan Temukan 80% Beras Tak Sesuai Mutu, 212 Merek Diusut, Rakyat Dirugikan Rp99 Triliun

"Kalau ini 99 triliun itu adalah masyarakat sebenarnya ini satu tahun, tapi kalau ini terjadi 10 tahun atau 5 tahun, nanti angkanya pasti bukan 100 triliun pasti di atas," ucapnya memperingatkan.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Kementan saat ini sedang bekerja sama dengan Satgas Pangan dan aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku oplosan dan memastikan SPHP kembali ke jalur yang benar.

"Ini beras biasa, yang dijual dengan (harga) premium," tandasnya.

Kementan berkomitmen untuk melindungi hak masyarakat atas pangan yang adil, serta menjaga kredibilitas program subsidi pemerintah.

Baca Juga: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Tinjau Koperasi Sapi Perah di Pasuruan, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Produksi Susu Nasional

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X