• Sabtu, 18 April 2026

Dugaan Perundungan Siswa SMAN 6 Garut, Gubernur Jabar Nonaktifkan Kepsek Demi Transparansi Investigasi

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Senin, 28 Juli 2025 | 16:48 WIB
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi nonaktifkan sementara kepala sekolah SMAN 6 Garut selama investigasi dugaan perundungan di lingkungan sekolah.  (depok.go.id)
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi nonaktifkan sementara kepala sekolah SMAN 6 Garut selama investigasi dugaan perundungan di lingkungan sekolah. (depok.go.id)


wartajatim.co.id - Tragedi kematian seorang siswa SMAN 6 Garut bernama Priya Nailuredha Thoriq (PN) menyita perhatian luas masyarakat Jawa Barat. PN ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada 14 Juli 2025, dan kabar yang beredar menyebut ia mengambil langkah tersebut akibat dugaan perundungan di lingkungan sekolah.

Menanggapi kabar memilukan ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bergerak cepat. Dalam unggahan video di Instagram pribadinya pada 17 Juli 2025, Dedi menyampaikan telah memediasi antara pihak sekolah dan keluarga korban, dengan harapan bisa menemukan titik terang terkait apa yang sebenarnya terjadi.

"Kita sudah pertemuan, antara pihak kepala sekolah, wali kelas, guru BK, dan guru fisika dengan keluarga," ujar Dedi.

Namun, mediasi belum menghasilkan kesepahaman karena kedua belah pihak merasa memiliki alasan yang kuat."Karena dua-duanya merasa benar, kita mau langsung direkonsiliasikan.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Larang Study Tour! Sebut Sekolah Jadi Alat Ekonomi, Bukan Edukasi

 Maka kita menempuh jalur investigasi," lanjut Dedi. Untuk menjamin proses investigasi berlangsung objektif, Gubernur Dedi menugaskan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh.

Tak hanya itu, sebagai langkah preventif sekaligus simbol komitmen terhadap transparansi, Dedi memutuskan untuk menonaktifkan sementara Kepala Sekolah SMAN 6 Garut selama penyelidikan berlangsung.

"Saya sudah menugaskan kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan investigasi," tegasnya.

"Untuk mewujudkan seluruh rangkaian ini secara transparan maka kepala sekolah dinonaktifkan sementara sampai pemeriksaan selesai," tambahnya.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Ogah Cabut Larangan Study Tour Meski Didemo: “Itu Cuma Piknik!”

Langkah ini diambil bukan hanya untuk menghindari potensi konflik kepentingan, tetapi juga menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap perlindungan siswa dan pembenahan iklim pendidikan.

Kasus ini menjadi sorotan luas karena menyangkut keselamatan psikologis peserta didik dan menyoroti urgensi perlindungan terhadap korban kekerasan di sekolah.

Pemerintah berharap investigasi yang berjalan dapat memberikan kejelasan, keadilan bagi pihak yang dirugikan, dan menjadi titik awal perbaikan sistemik.

(FN)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X