• Sabtu, 18 April 2026

Dedi Mulyadi Ogah Cabut Larangan Study Tour Meski Didemo: “Itu Cuma Piknik!”

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Kamis, 24 Juli 2025 | 11:24 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tak akan mencabut larangan study tour yang belakangan diprotes pelaku usaha pariwisata.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tak akan mencabut larangan study tour yang belakangan diprotes pelaku usaha pariwisata.

WartaJatim.CO.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan tak akan mencabut larangan kegiatan study tour yang akhir-akhir ini menuai protes dari pelaku usaha pariwisata.

Unjuk rasa besar-besaran digelar di depan Gedung Sate hingga Jalan Layang Pasupati, Bandung, Senin 21 Juli 2025. Ratusan pekerja wisata menuntut larangan itu dicabut karena dianggap mematikan sektor pariwisata lokal.

Namun dalam pernyataan yang disampaikan melalui akun Instagram @dedimulyadi71, Dedi justru menyebut demonstrasi tersebut menunjukkan bahwa study tour selama ini lebih menyerupai kegiatan wisata, bukan pendidikan.

Baca Juga: Resepsi Anak Gubernur Jabar Ricuh, 3 Meninggal Dunia Termasuk Polisi: Dedi Mulyadi Minta Maaf

“Demonstrasi kemarin menunjukkan semakin jelas bahwa kegiatan study tour itu sebenarnya kegiatan piknik," ujar Dedi, Selasa 22 Juli 2025.

Ia menyatakan, kebijakan yang tertuang dalam SE Gubernur Jabar No. 45/PK.03.03/KESRA akan tetap diberlakukan. Menurutnya, keputusan itu dibuat demi menghindarkan orang tua siswa dari beban biaya pendidikan yang tidak perlu.

“Gubernur Jawa Barat akan tetap berkomitmen menjaga ketenangan orang tua siswa, agar tidak terlalu banyak pengeluaran biaya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dedi menegaskan bahwa prioritas pendidikan seharusnya berada pada peningkatan karakter dan kompetensi siswa, bukan pada kegiatan rekreasi di luar konteks akademik.

Baca Juga: Miris! Warga di TPA Bandung Ditemukan Masak Bangkai Ayam, Dedi Mulyadi Turun Tangan Janji Perbaikan

“Saya akan tetap berpihak pada kepentingan rakyat banyak, menjaga kelangsungan pendidikan dan mengefisienkan pendidikan dari beban biaya,” tegas Dedi.

Meski demikian, ia tetap membuka ruang bagi pertumbuhan pariwisata di Jawa Barat, asal tidak menggantungkan pasar dari siswa sekolah semata.

Diketahui, para pelaku pariwisata mendesak Gubernur mencabut poin ketiga dalam surat edaran yang mereka nilai merugikan pendapatan sektor wisata, terutama di daerah tujuan seperti Yogyakarta dan kawasan Merapi.

(ASR)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X