wartajatim.CO.ID – Ketua Umum Solidaritas Merah Putih, Silfester Matutina, hadir di Polda Metro Jaya pada Senin, 4 Agustus 2025, untuk memberikan keterangan sebagai saksi atas laporan yang berkaitan dengan tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Kehadirannya kali ini menjadi perhatian, apalagi Silfester mengaku sempat menerima panggilan telepon langsung dari Presiden Jokowi sehari sebelum dirinya menjalani pemeriksaan.
“Kemarin Bapak (Jokowi) menelepon saya, beliau menyampaikan bahwa dirinya baik-baik saja di Solo, sedang bergembira bersama keluarga dan masih aktif menerima masyarakat,” ujar Silfester kepada awak media di depan gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Baca Juga: Luhut Sindir Isu Ijazah Jokowi: “Saya Aja Nggak Tahu Ijazah Saya di Mana”
Silfester datang bersama Sekjen Perkumpulan Advokat Indonesia (Peradi) Bersatu, Ade Darmawan. Ia mengatakan bahwa dirinya diminta menjadi saksi dalam penyidikan terhadap laporan dugaan pelanggaran yang dilayangkan oleh pihak Presiden.
“Hari ini, saya dan Bang Ade diminta datang untuk memberikan kesaksian dalam penyidikan,” katanya.
Menurutnya, penyidikan difokuskan pada sejumlah dugaan pelanggaran, seperti penghasutan, pencemaran nama baik, fitnah, serta manipulasi atau pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Baca Juga: Jokowi Sentil Isu Ijazah di Reuni UGM: “Kalau Saya Palsu, 88 Orang Juga Palsu!”
“(Penyidikan) mengenai indikasi satu, penghasutan, kedua, pencemaran nama baik, ketiga, fitnah, dan juga pelanggaran atau manipulasi undang-undang ITE, yang dilaporkan oleh Bapak Joko Widodo,” jelas Silfester.
Dalam pernyataannya, ia juga menyinggung soal hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat tidak mempercayai kabar soal ijazah palsu Jokowi.
“Memang saat ini kita bergembira ya, karena masyarakat sekitar 74,6 persen tidak mempercayai ijazah Pak Jokowi palsu,” tegasnya.
Pemeriksaan ini dilakukan sebagai bagian dari penyidikan terhadap pelapor-pelapor hoaks ijazah, termasuk nama-nama seperti Roy Suryo yang sebelumnya ramai disebut publik.
(DP)
Artikel Terkait
Dugaan Ijazah Palsu Jokowi? Mahfud MD: Tak Pengaruhi Kebijakan Anaknya, Gibran
Sebut yang Menuduh Harus Membuktikan, Kuasa Hukum Jokowi Tolak Tunjukkan Ijazah ke Publik
Resmi Dibuka! Lowongan Pasukan Oranye DKI Jakarta 2025, Cuma Butuh Ijazah SD dan KTP
'Agenda Besar Politik' Jokowi Bicara di Balik Isu Ijazah Palsu dan Pemakzulan Gibran
Jokowi Penuhi Pemeriksaan Kasus Dugaan Ijazah Palsu di Polresta Surakarta
Jokowi Dicecar 45 Pertanyaan soal Ijazah, Termasuk Unggahan Kader PSI: “Tidak Saya Perintahkan”