WartaJatim.CO.ID – Sektor industri nasional kembali menunjukkan geliat positif. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melaporkan sebanyak 1.690 perusahaan tengah membangun fasilitas produksi baru di berbagai daerah.
Nilai investasi yang digelontorkan mencapai Rp930 triliun dengan potensi penyerapan tenaga kerja lebih dari 332 ribu orang.
Data tersebut disampaikan Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, dalam konferensi pers di kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Kamis (28/8/2025).
"Semester I-2025 itu ada 1.690 industri yang melaporkan dengan nilai investasi totalnya, itu Rp930 triliun. Investasi tanpa tanah dan pembangunan Rp593 triliun," ujar Febri.
Pembangunan fasilitas produksi baru ini melibatkan 23 subsektor industri. Dari jumlah itu, sektor makanan tercatat menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan 246 perusahaan sedang membangun pabrik.
Nilai investasi dari sektor makanan diperkirakan menembus Rp50 triliun dengan serapan tenaga kerja sekitar 16.206 orang. Sektor tekstil juga tak kalah bergeliat. Sebanyak 77 perusahaan tekstil melaporkan pembangunan pabrik baru dengan nilai investasi Rp5 triliun.
Dari sektor ini, penyerapan tenaga kerja diproyeksikan mencapai 14.000 orang.Menurut Febri, tren pembangunan pabrik ini mencerminkan optimisme dunia usaha terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ia menegaskan, investasi yang masuk tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga membuka lapangan kerja dalam jumlah besar. "Berarti ini industri padat modal dan juga tidak hanya padat modal, tapi juga padat karya," jelasnya.
Dengan nilai investasi yang besar dan penyebaran pembangunan pabrik di berbagai subsektor, Kemenperin berharap kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian nasional semakin signifikan.
Langkah ini juga diharapkan memperluas kesempatan kerja sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di kancah global.
(SW)
Artikel Terkait
Ronald A. Siaga Beberkan Kemenperin Tak Bayar Tagihan Vendor
Kemenperin Dorong Inovasi dan Keberlanjutan dalam Industri Kosmetik Indonesia
Kemenperin Ajak Stakeholder Bersinergi untuk Kembangkan Modest Fashion di Indonesia
Kemenperin dan IKEA Indonesia: Sinergi untuk Meningkatkan Daya Saing IKM Melalui Program Teras Indonesia
Kemenperin Soroti Pembatasan Gas HGBT, Ratusan Pekerja Pabrik Keramik Dirumahkan
40 Ribu Pekerja Tekstil Terancam PHK, Kemenperin Minta Evaluasi Usulan BMAD 45 Persen