• Sabtu, 18 April 2026

Kemenperin: 1.690 Perusahaan Bangun Pabrik, Investasi Rp930 Triliun Serap 332 Ribu Tenaga Kerja

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Senin, 8 September 2025 | 12:24 WIB
Foto Ilustrasi - Kemenperin mencatat 1.690 perusahaan bangun fasilitas produksi senilai Rp930 triliun.
Foto Ilustrasi - Kemenperin mencatat 1.690 perusahaan bangun fasilitas produksi senilai Rp930 triliun.

WartaJatim.CO.ID – Sektor industri nasional kembali menunjukkan geliat positif. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melaporkan sebanyak 1.690 perusahaan tengah membangun fasilitas produksi baru di berbagai daerah.

Nilai investasi yang digelontorkan mencapai Rp930 triliun dengan potensi penyerapan tenaga kerja lebih dari 332 ribu orang.

Data tersebut disampaikan Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, dalam konferensi pers di kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Kamis (28/8/2025).

"Semester I-2025 itu ada 1.690 industri yang melaporkan dengan nilai investasi totalnya, itu Rp930 triliun. Investasi tanpa tanah dan pembangunan Rp593 triliun," ujar Febri.

Baca Juga: Dorong IKM Otomotif Naik Kelas, Kemenperin Andalkan Material Center Purbalingga untuk Rantai Pasok Global

Pembangunan fasilitas produksi baru ini melibatkan 23 subsektor industri. Dari jumlah itu, sektor makanan tercatat menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan 246 perusahaan sedang membangun pabrik.

Nilai investasi dari sektor makanan diperkirakan menembus Rp50 triliun dengan serapan tenaga kerja sekitar 16.206 orang. Sektor tekstil juga tak kalah bergeliat. Sebanyak 77 perusahaan tekstil melaporkan pembangunan pabrik baru dengan nilai investasi Rp5 triliun.

Dari sektor ini, penyerapan tenaga kerja diproyeksikan mencapai 14.000 orang.Menurut Febri, tren pembangunan pabrik ini mencerminkan optimisme dunia usaha terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Kendati Berisiko Tinggi, Remaja Dinilai Perlu Belajar Investasi Kripto Tuk Asah Skill Finansial di Era Digital

Ia menegaskan, investasi yang masuk tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga membuka lapangan kerja dalam jumlah besar. "Berarti ini industri padat modal dan juga tidak hanya padat modal, tapi juga padat karya," jelasnya.

Dengan nilai investasi yang besar dan penyebaran pembangunan pabrik di berbagai subsektor, Kemenperin berharap kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian nasional semakin signifikan.

Langkah ini juga diharapkan memperluas kesempatan kerja sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di kancah global.

(SW)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X