• Sabtu, 18 April 2026

Pramono Anung Rencanakan Memorial Fasilitas Umum Rusak Akibat Demo Agustus 2025

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Kamis, 18 September 2025 | 09:42 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, beberkan rencana pembangunan memorial fasum yang dirusak akibat aksi demo Agustus 2025. (Instagram/pramonoanungw)   (Instagram/pramonoanungw)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, beberkan rencana pembangunan memorial fasum yang dirusak akibat aksi demo Agustus 2025. (Instagram/pramonoanungw) (Instagram/pramonoanungw)

wartajatim.co.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan rencana pembangunan memorial untuk mengenang kerusakan fasilitas umum yang terjadi akibat demo Agustus 2025. Menurutnya, langkah ini penting sebagai pengingat bahwa peristiwa serupa tidak boleh terulang di masa depan.

Dalam keterangan di Balai Kota DKI Jakarta pada Minggu (7/9/2025), Pramono memastikan bahwa layanan transportasi umum kini telah kembali normal.

“Sampai hari ini, semua moda transportasi terutama TransJakarta dan MRT sudah berjalan normal, dan beberapa yang mengalami kerusakan salah satunya di Senen, Insya Allah besok saya akan resmikan,” ujarnya.

Baca Juga: Bos Serikat Buruh Dukung Demo Damai, Sentil DPR RI soal Flexing di Tengah PHK Massal

Ia menambahkan, pengalaman kerusakan besar ini harus dijadikan pelajaran.

“Mudah-mudahan dengan demikian saya juga ingin apa yang terjadi kerusakan itu tidak terulang kembali,” kata Pramono.

Lebih jauh, Pramono mengumumkan akan menyiapkan satu lokasi khusus yang difungsikan sebagai memorial. Tempat ini nantinya dijadikan simbol sekaligus pengingat agar masyarakat tidak mengulangi aksi anarkis serupa.

Baca Juga: Mendagri Tito Ungkap Kerugian Rp50,4 Miliar di Jakarta Akibat Demo, Sejumlah Gedung DPRD Rusak Parah

“Ada satu tempat yang nanti Insya Allah, kita gunakan untuk menjadi pengingat atau memorable bahwa yang seperti itu tidak boleh terulang kembali,” terangnya.

Berdasarkan catatan Pemprov DKI, demo Agustus 2025 menimbulkan kerusakan signifikan. Sebanyak 22 halte TransJakarta terdampak, enam di antaranya dibakar dan dijarah. Satu pintu tol serta sejumlah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) juga mengalami kerusakan.

Kerugian terbesar dialami TransJakarta dengan nilai mencapai Rp41,6 miliar, sementara kerusakan infrastruktur MRT mencapai Rp3,3 miliar. Ditambah dengan kerusakan CCTV dan sarana lain Rp5,5 miliar, total kerugian yang ditanggung Pemprov DKI mencapai Rp55 miliar.

Baca Juga: Kepala BIN Klaim Indonesia Aman Usai Demo Agustus 2025, Dipanggil Prabowo ke Istana

Untuk mengurangi dampak terhadap warga, Pemprov DKI sempat menggratiskan layanan TransJakarta dan MRT pada 1–8 September 2025 dengan subsidi Rp18 miliar. Saat ini, fasilitas yang rusak tengah diperbaiki dan sebagian besar telah beroperasi kembali.

Dengan adanya memorial tersebut, Pramono berharap masyarakat akan lebih menghargai fasilitas publik dan menjaga ketertiban bersama. Ia menekankan bahwa pembangunan kota membutuhkan partisipasi semua pihak, bukan hanya pemerintah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X