• Sabtu, 18 April 2026

Misteri Kematian Diplomat Arya Daru, Keluarga Bongkar Fakta Janggal dan Minta Kasus Ditangani Bareskrim Polri

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Rabu, 1 Oktober 2025 | 13:58 WIB
Menyoroti fakta terkini dalam kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Arya Daru Pangayunan.  ((X.com/@IndonesiaPenang))
Menyoroti fakta terkini dalam kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Arya Daru Pangayunan. ((X.com/@IndonesiaPenang))

 

wartajatim.CO.ID - Misteri kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Arya Daru Pangayunan, masih menyisakan tanda tanya besar meski penyelidikan resmi menyatakan tidak ada unsur pidana.

Pihak keluarga menilai ada terlalu banyak kejanggalan yang diabaikan, sehingga mendorong mereka untuk mencari dukungan politik dan hukum agar kasus ini dibuka kembali secara transparan.

Pada Selasa, 30 September 2025, istri Arya, Meta Ayu Puspitantri, hadir bersama ayah, mertua, serta kuasa hukum keluarga Nicholay Aprilindo di Komisi XIII DPR RI, Senayan, Jakarta

Mereka melakukan audiensi dengan harapan ada desakan kuat agar penyelidikan kasus ini ditarik dari Polda Metro Jaya dan ditangani langsung oleh Bareskrim Polri.

Baca Juga: Presiden Prabowo Akan Jadi Pembicara Ketiga di Sidang Majelis Umum PBB, Kemlu Bocorkan Garis Besar Isu Global

Dorongan Alih Penanganan ke Bareskrim

Nicholay Aprilindo menegaskan, langkah keluarga ke DPR bukan hanya formalitas, melainkan bentuk upaya serius untuk mencari keadilan. Ia menilai proses penyelidikan di Polda Metro Jaya tidak cukup memberikan jawaban atas berbagai kejanggalan yang ada.

Bareskrim sampai sekarang masih menutup diri terhadap kami. Kami sudah berupaya ke sana. Kami sudah mau bertemu dengan Kabareskrim. Tapi alasannya Bapak dinas luar, Bapak nggak di tempat. Padahal kami sudah mengirim surat kepada Kapolri, sudah atensi Kapolri,” ujar Nicholay.

Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan kesan adanya sesuatu yang sengaja ditutupi. Ia bahkan memperingatkan, jika tidak segera ditangani dengan serius, kasus kematian Arya berpotensi menjadi “dark case” yang terlupakan.

Baca Juga: Kemlu Pastikan WNI di Nepal Aman, Siapkan Opsi Pemulangan Jika Situasi Memburuk

Kasus ini tidak boleh menjadi dark case, tidak boleh menguap atau dianggap sepele karena ini menyangkut seorang diplomat, aparatur negara dari Kementerian Luar Negeri,” tegasnya.

Klarifikasi Soal Barang Bukti

Salah satu hal yang paling mengusik keluarga adalah pemberitaan terkait temuan alat kontrasepsi saat penyelidikan awal. Informasi tersebut sempat memicu spekulasi negatif di publik dan menimbulkan kesan buruk terhadap sosok Arya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X