WartaJatim.CO.ID – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyampaikan kritik tajam terhadap proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh.
Ia menyebut, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sejak awal mempertanyakan urgensi pembangunan proyek tersebut di tengah banyaknya kebutuhan rakyat yang belum terpenuhi.
Dalam pernyataannya kepada awak media pada Sabtu (1/11/2025), Hasto menuturkan bahwa Megawati berulang kali mengingatkan pentingnya prioritas pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
“Saya menjadi saksi bagaimana Ibu Mega berulang kali menyampaikan bahwa apakah rakyat memerlukan kereta api cepat tersebut,” ujar Hasto seperti dikutip dari kanal YouTube PDI Perjuangan.
Baca Juga: Hasto Ungkap Megawati Pernah Pertanyakan Proyek Kereta Cepat Whoosh
Soroti Kebutuhan Rakyat yang Lebih Mendesak
Menurut Hasto, Megawati menilai proyek kereta cepat tidak seharusnya berada di posisi teratas prioritas pembangunan nasional. Ia berpendapat bahwa perhatian pemerintah seharusnya diarahkan pada peningkatan kesejahteraan rakyat, khususnya di bidang pertanian dan pendidikan.
“Bukankah kebutuhan-kebutuhan rakyat untuk pendidikan, untuk bendungan-bendungan bagi para petani, kemudian untuk menyediakan pupuk, itu jauh lebih penting,” lanjut Hasto.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan yang efektif adalah yang menjawab langsung kebutuhan masyarakat, bukan sekadar mengejar proyek-proyek besar yang berorientasi pada citra modernisasi.
Baca Juga: Polemik Utang Whoosh Rp116 Triliun, Pemerintah Siapkan Skema Baru agar Tak Bebani APBN
Kritik terhadap Perubahan Kebijakan Proyek Whoosh
Selain mempertanyakan urgensi, Hasto juga menyoroti perubahan kebijakan dalam pelaksanaan proyek Kereta Cepat Whoosh. Awalnya, kata dia, proyek tersebut diklaim tidak akan menggunakan jaminan negara, namun kenyataannya kebijakan itu berubah di tengah perjalanan.
“Kita lihat ada beberapa perubahan-perubahan kebijakan,” ujarnya.
“Dimulai dari tidak adanya jaminan negara, berubah ternyata ada jaminan negara,” tambahnya.
Artikel Terkait
Hasto Kristiyanto Berteriak Usai Sidang Skandal Suap: “Ini Kriminalisasi Hukum!” Bongkar Dugaan Motif Politik
Jaksa Ungkap Isi Pesan Harun Masiku ke Hasto Kristiyanto, Singgung Nama Megawati dan Puan
Megawati Menangis Saat Hasto Tiba di Kongres PDIP Bali: “Saya Tidak Terlalu Berharap Tapi Tuhan Kabulkan”
Megawati Kembali Tunjuk Hasto Kristiyanto sebagai Sekjen PDIP 2025–2030
Siapa Sangka? Kereta Cepat Whoosh Jadi Beban Negara, Bukan Simbol Kemajuan
Mahfud MD Desak KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Whoosh: “Tak Perlu Tunggu Laporan!”