• Sabtu, 18 April 2026

Hasto Kristiyanto Kritik Proyek Kereta Cepat Whoosh, Sebut Megawati Nilai Pupuk dan Pendidikan Lebih Penting

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Selasa, 4 November 2025 | 13:46 WIB
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menyampaikan beberapa kritik terkait kereta cepat Whoosh.  (YouTube/PDI Perjuangan)
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menyampaikan beberapa kritik terkait kereta cepat Whoosh. (YouTube/PDI Perjuangan)

WartaJatim.CO.ID – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyampaikan kritik tajam terhadap proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh.

Ia menyebut, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sejak awal mempertanyakan urgensi pembangunan proyek tersebut di tengah banyaknya kebutuhan rakyat yang belum terpenuhi.

Dalam pernyataannya kepada awak media pada Sabtu (1/11/2025), Hasto menuturkan bahwa Megawati berulang kali mengingatkan pentingnya prioritas pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

“Saya menjadi saksi bagaimana Ibu Mega berulang kali menyampaikan bahwa apakah rakyat memerlukan kereta api cepat tersebut,” ujar Hasto seperti dikutip dari kanal YouTube PDI Perjuangan.

Baca Juga: Hasto Ungkap Megawati Pernah Pertanyakan Proyek Kereta Cepat Whoosh

Soroti Kebutuhan Rakyat yang Lebih Mendesak

Menurut Hasto, Megawati menilai proyek kereta cepat tidak seharusnya berada di posisi teratas prioritas pembangunan nasional. Ia berpendapat bahwa perhatian pemerintah seharusnya diarahkan pada peningkatan kesejahteraan rakyat, khususnya di bidang pertanian dan pendidikan.

“Bukankah kebutuhan-kebutuhan rakyat untuk pendidikan, untuk bendungan-bendungan bagi para petani, kemudian untuk menyediakan pupuk, itu jauh lebih penting,” lanjut Hasto.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan yang efektif adalah yang menjawab langsung kebutuhan masyarakat, bukan sekadar mengejar proyek-proyek besar yang berorientasi pada citra modernisasi.

Baca Juga: Polemik Utang Whoosh Rp116 Triliun, Pemerintah Siapkan Skema Baru agar Tak Bebani APBN

Kritik terhadap Perubahan Kebijakan Proyek Whoosh

Selain mempertanyakan urgensi, Hasto juga menyoroti perubahan kebijakan dalam pelaksanaan proyek Kereta Cepat Whoosh. Awalnya, kata dia, proyek tersebut diklaim tidak akan menggunakan jaminan negara, namun kenyataannya kebijakan itu berubah di tengah perjalanan.

“Kita lihat ada beberapa perubahan-perubahan kebijakan,” ujarnya.

“Dimulai dari tidak adanya jaminan negara, berubah ternyata ada jaminan negara,” tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X