berita

Dedi Mulyadi Ungkap Rencana Kirim Siswa "Nakal" ke Barak TNI demi Pulihkan Jati Diri

Kamis, 1 Mei 2025 | 09:30 WIB
Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi. (Instagram.com/@dedimulyadi71)

Wartajatim.CO.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan rencana kebijakan kontroversial yang akan mengirim siswa kategori 'nakal' ke barak militer Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Kebijakan yang tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial ini bertujuan untuk membentuk karakter dan mengembalikan jati diri remaja yang dianggap sulit dinasihati, baik di sekolah maupun di rumah.

"Kebijakan (siswa nakal) ke barak militer itu untuk mengembalikan jati diri anak," tutur Dedi sebagaimana dilansir dari unggahan Instagram pribadinya @dedimulyadi71 yang tayang pada Selasa (29/4/2025).

"Termasuk pada pola disiplin, pola hidup yang sesuai dengan sikap dan sifat masa remajanya," terangnya.

Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Dikritik Remaja: Kontroversi Larangan Wisuda SMA di Jawa Barat

Menurut Dedi, kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap maraknya keterlibatan remaja dalam kasus-kasus tindak kriminal.

Program ini dirancang untuk memberikan pendidikan karakter yang lebih tegas melalui pelatihan kedisiplinan dan kemandirian di bawah pengawasan TNI.

"Mereka akan mengikuti pelatihan disiplin, mentalitas, dan mengembalikan perilaku yang mandiri," tuturnya menjelaskan sistem pola pendidikan karakter yang akan diterapkan.

Meski terkesan keras, Gubernur Jabar menegaskan bahwa program ini tidak akan dilaksanakan tanpa persetujuan dari orang tua siswa.

Baca Juga: Disorot karena Nunggak Pajak, Mobil Dedi Mulyadi Tiba-tiba Berubah Plat Jawa Barat

Dedi menyadari bahwa siswa yang masih di bawah umur tetap berada di bawah perwalian orang tua, sehingga keputusan untuk mengikutsertakan mereka dalam program ini memerlukan kesepakatan dari pihak keluarga.

"Bagaimana pun mereka masih di bawah perwalian dari orang tuanya," terang Dedi.

"Artinya orang tuanya memiliki kesadaran untuk menyerahkan mereka melewati pendidikan militer sebagai bentuk pembentukan disiplin dan karakter," tandasnya.

Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan harapannya agar program pendidikan karakter ini dapat membantu para remaja di Jawa Barat memiliki arah hidup yang lebih jelas dan masa depan yang lebih baik.

Halaman:

Tags

Terkini