berita

Insiden Ledakan SMAN 72 Jakarta Jadi Alarm Dunia Pendidikan, ABH MF Sadar dan Polisi Dalami Dugaan Perundungan

Selasa, 18 November 2025 | 12:47 WIB
Menyoroti fakta terkini terkait kondisi terduga pelaku dalam insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara. ((Dok. Polri))

 

WartaJatim.CO.ID - Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya mengungkapkan perkembangan terbaru terkait kasus ledakan di SMA Negeri (SMAN) 72 Jakarta. Anak berkonflik dengan hukum (ABH) berinisial MF yang diduga menjadi pelaku insiden tersebut kini telah sadarkan diri.

Sebelumnya, MF sempat menjalani operasi dekompresi tulang kepala di RS Soekanto, Jakarta Timur, setelah terdampak dalam ledakan yang terjadi pada Jumat, 7 November 2025.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa meski kondisi MF sudah membaik, pihak kepolisian belum dapat meminta keterangan karena ia masih dalam masa pemulihan.

Baca Juga: Tragedi SMAN 72 Jadi Sorotan, Pakar Usul 'Self Policing' Jadi Kurikulum Wajib TK & SD Cegah Bullying

“ABH kondisi sudah sadar, namun belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya masih pemulihan,” ujar Budi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (13/11/2025).

Sementara itu, Anggota Bidang Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Pol Martinus Ginting, menjelaskan tindakan operasi dilakukan untuk menstabilkan kondisi MF.

“Pasien ini dirawat di RS Soekanto untuk kepentingan pasien. Kami lakukan tindakan operasi dekompresi tulang kepala,” terang Martinus pada Selasa, 11 November 2025.

Baca Juga: RS Yarsi Rawat 15 Korban Bom SMAN 72, 13 Siswa Alami Gangguan Pendengaran Akibat Ledakan di Masjid

Latar Belakang MF dan Dugaan Perundungan

Dari hasil penyelidikan, MF diketahui tinggal bersama ayahnya di Jakarta, sedangkan sang ibu telah lama bekerja di luar negeri. Kabid Humas Polda Metro Jaya menuturkan, kondisi ini membuat MF tumbuh dalam lingkungan yang sepi dan cenderung tertutup.

“ABH tinggal bersama ayahnya, sementara ibu bekerja di luar negeri,” jelas Budi pada konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (12/11/2025).

Selain itu, polisi masih mendalami kemungkinan adanya perundungan yang dialami MF di sekolah. Pendalaman ini dianggap penting agar fakta sesungguhnya mengenai motif dan kondisi psikologis pelaku dapat terungkap.

Baca Juga: Ledakan Misterius di SMAN 72 Jakarta: Total 54 Korban, Terduga Pelaku Remaja 17 Tahun Tengah Dioperasi

Halaman:

Tags

Terkini