• Sabtu, 18 April 2026

SBY Soroti 5 Pemimpin dengan Pengaruh Besar dalam Konflik Iran dan Israel yang Bisa Picu Malapetaka

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Senin, 23 Juni 2025 | 13:52 WIB
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.  (X.com/@SBYudhoyono)
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono. (X.com/@SBYudhoyono)

WartaJatim.CO.ID - Eskalasi yang meningkat terkait konflik peperangan antara Iran vs Israel kini tengah menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian publik internasional akan munculnya Perang Dunia ke-3.

Sejauh ini, saling balas rudal masih terjadi antara kedua negara. Sementara itu, AS dilaporkan memindah kapal perang beserta pesawat tempurnya ke sekitar Timur Tengah sejak perang Iran vs Israel pecah, pada 13 Juni 2025. 

Langkah itu diambil di tengah kemungkinan AS akan ikut membantu Israel untuk menyerang Iran.

Terkini, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY turut menyoroti perang antara Iran dan Israel yang menyebut dunia kini terancam berada di ambang malapetaka.

Baca Juga: Putin Tawarkan Mediasi Konflik Iran-Israel, Trump Tolak Mentah dan Sindir Rusia Belum Bisa Selesaikan Masalahnya Sendiri

"Saat ini, situasi di Timur Tengah semakin berbahaya. Jika Perang Iran-Israel menjadi out of control (tidak terkendali), dunia benar-benar di ambang malapetaka," kata SBY melalui akun X @SBYudhoyono yang diposting pada Kamis, 19 Juni 2025.

SBY kemudian menyebut sejumlah tokoh kunci yang dinilainya sangat berpengaruh untuk 'mendinginkan suasana' konflik Iran vs Israel. Para tokoh itu termasuk Presiden AS, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping. 

"Masa depan dunia, dari sisi perdamaian dan keamanan, ke depan ini akan ditentukan oleh lima orang kuat (strong men). Yang pertama dan kedua adalah Benjamin Netanyahu dan Ali Khamenei. Sedangkan yang ketiga, keempat dan kelima (yang lebih kuat lagi) adalah Donald Trump, Vladimir Putin dan Xi Jinping," sebutnya.

Tokoh kelahiran Pacitan, Jawa Timur itu menuturkan ego sentral dari para pemimpin dunia itu juga kini perlu ditahan. Sebab, bila salah perhitungan bisa membuat kehancuran di mana-mana. 

Baca Juga: Konflik Iran-Israel Memanas, Menlu Sugiono Umumkan WNI Diimbau Siaga 1 dan Siap Evakuasi Lewat Jalur Darat

"Semoga kelima pemimpin tersebut oleh Tuhan diberikan kearifan jiwa dan kejernihan pikiran dalam mengambil keputusan dan tindakan. Jangan ada salah keputusan dan “miscalculation” (salah hitung)," terang SBY.

"Kalau gegabah dan salah, akan menimbulkan kematian dan kehancuran yang dahsyat di banyak bangsa dan negara," imbuhnya.

Berkaca dari hal itu, sebelumnya saling ancam pun memang telah diutarakan oleh kedua negara di Timur Tengah itu. 

Kubu Iran menyebut perang akan berhenti apabila PM Israel, Benjamin Netanyahu mati, dan sebaliknya Israel menyebut akhir peperangan itu akan terlihat bila Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei terbunuh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diplomasi Panas AS-Iran: Tenggat Serangan Ditunda

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:02 WIB
X