• Sabtu, 18 April 2026

Harga Minyak Dunia Melonjak Usai AS-Israel Serang Nuklir Iran, Brent Tembus Rp1,2 Juta per Barel

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Selasa, 24 Juni 2025 | 12:20 WIB
Foto Ilustrasi - Harga minyak bumi melonjak gegara serangan AS ke fasiltas utama nuklir Iran. (freepik.com)
Foto Ilustrasi - Harga minyak bumi melonjak gegara serangan AS ke fasiltas utama nuklir Iran. (freepik.com)

WartaJatim.CO.ID - Harga minyak dunia kembali melonjak tajam setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap tiga fasilitas nuklir utama milik Iran.

Kondisi geopolitik yang memanas ini memicu kekhawatiran pasar akan gangguan pada pasokan energi global.

Minyak mentah jenis Brent tercatat naik 2,49% ke harga USD78,93 per barel atau setara sekitar Rp1.278.666 per barel (kurs Rp16.200).

Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) melonjak 2,56% menjadi USD75,73 per barel atau sekitar Rp1.243.800.

Pada awal sesi perdagangan, kedua kontrak bahkan sempat menyentuh lonjakan lebih dari 3%, dengan Brent sempat mencapai USD81,40 dan WTI menyentuh USD78,40 angka tertinggi dalam lima bulan terakhir.

Baca Juga: Wilmar Klaim Dana Jaminan Rp11,8 Triliun, Kejagung Tegas Bantah dan Sebut Itu Bukti Korupsi Minyak Goreng

Lonjakan harga ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi keberhasilan serangan militer negaranya yang menghancurkan fasilitas nuklir Iran.

Serangan tersebut dianggap sebagai bagian dari dukungan AS terhadap sekutunya, Israel, dalam konflik yang makin memanas di kawasan tersebut.

Sebagai respons, pemerintah Iran menyatakan kesiapan mereka untuk melakukan aksi balasan. Situasi ini memperkuat kekhawatiran bahwa konflik akan meluas dan berdampak pada distribusi minyak dari wilayah tersebut.

Iran sendiri merupakan produsen minyak mentah terbesar ketiga di antara negara-negara anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Gangguan terhadap pasokan minyak dari Iran dapat memberikan efek berantai terhadap pasokan global.

Baca Juga: Pasca Diperiksa Skandal Minyak Mentah, Ahok Bawa-Bawa Nama Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution

“Iran adalah produsen minyak mentah terbesar ketiga OPEC,” tulis Reuters dalam laporannya, Senin (23/6/2025).

Kenaikan harga ini mencerminkan ketidakpastian pasar dan meningkatnya risiko geopolitik yang bisa berdampak pada seluruh rantai pasok energi.

Negara-negara pengimpor minyak kini mengawasi situasi dengan waspada, karena fluktuasi harga minyak mentah bisa berimbas langsung pada perekonomian global.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diplomasi Panas AS-Iran: Tenggat Serangan Ditunda

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:02 WIB
X