WartaJatim.CO.ID - Ketegangan di Timur Tengah kian memanas, dan sorotan dunia kini tertuju pada dampak meluasnya konflik antara Israel dan Iran.
Situasi memuncak ketika Iran meluncurkan serangan balasan ke pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar pada Minggu malam (23/6).
Serangan ini memicu respons beragam dari para pemimpin dunia—termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, hingga Presiden Rusia Vladimir Putin.
Presiden Trump, dalam konferensi pers yang digelar tidak lama setelah insiden tersebut, menanggapi serangan Iran dengan nada meremehkan.
“Itu bukan serangan serius. Itu serangan yang lemah,” ujar Trump kepada awak media di Washington, Senin pagi waktu setempat.
Pernyataan tersebut menuai sorotan, mengingat Iran sebelumnya meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid—basis militer utama AS di Timur Tengah yang juga menjadi titik strategis dalam operasi regional.
Kim Jong Un Kritik AS, Bela Iran
Sementara itu, Korea Utara dengan tegas mengecam aksi militer Amerika terhadap Iran yang terjadi sehari sebelumnya.
Pemerintah Korea Utara menilai langkah AS sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), terutama dalam hal penghormatan terhadap kedaulatan suatu negara.
“Republik Rakyat Demokratik Korea dengan keras mengecam serangan AS terhadap Iran yang secara serius melanggar Piagam PBB mengenai penghormatan terhadap kedaulatan negara,” tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut dalam siaran resmi yang dikutip dari kantor berita pemerintah, Senin (23/6).
Korea Utara juga tidak segan menyalahkan Israel atas eskalasi konflik yang terjadi sejak 13 Juni lalu.
Mereka menyebut aksi militer Israel terhadap Iran sebagai “keberanian sembrono” yang memicu rentetan aksi balasan dan keterlibatan negara besar seperti Amerika Serikat.