"Kami khawatir dengan laporan yang kredibel bahwa Amerika Serikat akan ikut serta dalam perang ini," imbuhnya, menyoroti potensi intervensi kekuatan besar yang bisa memperparah konflik.
Debat ini mencerminkan jurang perbedaan yang dalam antara kedua negara, dengan satu pihak berfokus pada ancaman nuklir dan pihak lain pada hak untuk membela diri dan kekhawatiran akan eskalasi yang lebih luas.
Dunia kini menunggu bagaimana Dewan Keamanan PBB merespons seruan dari kedua belah pihak di tengah bayang-bayang konflik yang semakin nyata.***