• Sabtu, 18 April 2026

Trump-Prabowo Sepakat Tarif 19 Persen, Warga AS Ngamuk: “Kami yang Bayar Beban Itu!”

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Kamis, 24 Juli 2025 | 11:12 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto (kanan).   (Instagram/prabowo)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto (kanan). (Instagram/prabowo)

wartajatim.co.id - Kesepakatan dagang terbaru antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto menuai reaksi keras dari publik AS.

Kebijakan ini dianggap memberatkan konsumen Amerika karena mengenakan tarif tinggi untuk produk asal Indonesia. Sementara barang-barang buatan AS bebas masuk ke pasar Indonesia tanpa pungutan bea masuk.

Dalam perjanjian bilateral yang diumumkan secara resmi awal Juli 2025, pemerintah kedua negara menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi memperkuat hubungan ekonomi serta meningkatkan ekspor dari Amerika ke Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Baca Juga: Airlangga: Tarif Impor 32% dari Trump Ditunda! Indonesia Diberi 3 Minggu Lagi untuk Negosiasi Final

Namun, publik AS justru melihat kesepakatan tersebut sebagai kebijakan timpang yang menyengsarakan warga dalam negeri.

Salah satu kritik paling menonjol datang dari akun TikTok @nic6867, yang dikenal dengan nama Nick.

Dalam unggahannya yang viral pada Rabu, 16 Juli 2025, Nick menyoroti dampak langsung dari kesepakatan ini bagi masyarakat AS.

"Itu tidak benar, itu tarif 19 persen untuk segala sesuatu dari Indonesia yang diimpor ke Amerika Serikat," ujar Nick dalam video berdurasi satu menit lebih.

Baca Juga: 11 Negara BRICS Bikin Trump Meradang! Tarif Impor AS Naik karena Indonesia Resmi Masuk Aliansi Ekonomi Ini

"Berarti bahwa segala sesuatu yang diimpor ke Amerika, konsumen Amerika membayar tambahan 19 persen," lanjutnya dengan nada kecewa.

Nick juga menjelaskan bahwa kesepakatan ini membuat produk Amerika bisa dinikmati warga Indonesia dengan harga murah, sementara masyarakat AS harus membayar lebih mahal untuk produk-produk buatan Indonesia.

"Dia bilang kita tidak membayar apa-apa, sebenarnya orang Indonesia yang tidak membayar apa-apa. Produk Amerika yang ke Indonesia, mereka tidak membayar apa-apa untuk itu. Orang Amerika yang akan membayarnya," tegasnya.

Unggahan Nick tersebut dengan cepat menyebar luas di TikTok dan platform sosial lainnya, memantik diskusi hangat tentang transparansi kebijakan dagang dan siapa sebenarnya yang diuntungkan dalam perjanjian tersebut.

Baca Juga: Hubungan Dagang Indonesia-AS Mencair! Prabowo & Pejabat AS Bahas Tarif Impor Era Trump, Ini Bocorannya!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diplomasi Panas AS-Iran: Tenggat Serangan Ditunda

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:02 WIB
X