• Sabtu, 18 April 2026

Konflik Bersenjata Meletus di Perbatasan Thailand-Kamboja, Puluhan Korban dan Seruan Kecaman Internasional

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Senin, 28 Juli 2025 | 12:09 WIB
Bendera Negara kamboja (kiri) dan Bendera Negara Thailand (Kanan).
Bendera Negara kamboja (kiri) dan Bendera Negara Thailand (Kanan).

WartaJatim.CO.ID — Ketegangan di perbatasan Thailand dan Kamboja pecah menjadi konflik bersenjata terbuka, menyusul bentrokan militer yang terjadi pada Kamis pagi (24/7). Kedua negara saling menuduh sebagai pihak yang memulai serangan, dengan korban jiwa dari kalangan sipil dan militer terus bertambah.

Kementerian Pertahanan Kamboja menuding pasukan Thailand melakukan agresi militer ke wilayah Kamboja secara brutal. Juru Bicara Kementerian, Letjen Maly Socheata, menyebut insiden bermula dari pendudukan pasukan Thailand di area Candi Ta Moan Thom, disertai pemasangan kawat berduri dan penggunaan drone.

Serangan bersenjata dilaporkan terjadi mulai pukul 08.30 waktu setempat, dengan jet tempur F-16 Thailand menjatuhkan bom di sekitar wilayah yang diklaim Kamboja sebagai Provinsi Oddar Meanchey dan Preah Vihear.

Baca Juga: Konflik Thailand vs Kamboja Memanas, PM Paetongtarn dan Hun Sen Kunjungi Perbatasan Sengketa

Socheata menegaskan bahwa Kamboja terpaksa membalas demi mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayahnya. Ia mengecam keras penggunaan senjata berat oleh Thailand dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap Piagam PBB, Piagam ASEAN, dan hukum internasional.

Pemerintah Kamboja menyerukan kecaman dari komunitas internasional, namun menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan konflik melalui jalur diplomasi.

Sementara itu, militer Thailand menyatakan bahwa Kamboa lebih dahulu menerbangkan drone dan meluncurkan roket BM-21 ke wilayah Thailand, termasuk ke permukiman sipil.

Juru bicara militer Thailand, Richa Suksuwanon, menyebut pasukan udara Thailand telah melakukan serangan balik terhadap target-target militer di dalam wilayah Kamboja.

Baca Juga: Harga Emas Antam Terkini Stabil di Rp1,94 Juta meski Ancaman Perang Dunia III Menguat

Laporan dari otoritas Thailand menyebut 14 orang tewas, 13 di antaranya warga sipil dan puluhan lainnya luka-luka, termasuk anak-anak.

Salah satu roket Kamboja disebut menghantam sebuah rumah sakit di Provinsi Surin. Menteri Kesehatan Thailand, Somsak Thepsuthin, bahkan menuduh Kamboja melakukan pelanggaran hukum humaniter internasional.

Total bentrokan terjadi di sedikitnya enam titik sepanjang perbatasan. Lebih dari 40.000 warga dari 86 desa di wilayah perbatasan telah dievakuasi ke tempat perlindungan, termasuk fasilitas bawah tanah dan bangunan beton yang diperkuat.

Ketegangan ini dipandang sebagai yang terparah sejak konflik perbatasan pada 2008–2011. Perselisihan antara kedua negara telah berlangsung lama, dipicu oleh klaim atas wilayah perbatasan sepanjang 817 kilometer yang diwariskan dari masa kolonial.

Baca Juga: Presiden Prabowo Perkuat Hubungan Indonesia-Thailand Melalui Kunjungan Resmi ke Bangkok

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diplomasi Panas AS-Iran: Tenggat Serangan Ditunda

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:02 WIB
X