WartaJatim.Co.ID - Pada bulan Maret 2025, Indonesia mengalami inflasi yang signifikan dengan angka m-to-m mencapai 1,41%.
Inflasi y-to-d tercatat sebesar 0,31%, sementara inflasi y-on-y berada di angka 0,20%.
Dikutip WartaJatim dari laman Kota Madiun, Kenaikan ini dipicu oleh beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap peningkatan biaya hidup masyarakat.
Baca Juga: Silaturahmi Wali Kota Malang dan Mantan Wali Kota: Momen Rekonsiliasi Pasca Pemilu dan Kolaborasi untuk Kemajuan Kota
Penyumbang utama inflasi m-to-m pada bulan Maret 2025 berasal dari kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga.
Kelompok ini memberikan andil sebesar 0,81% terhadap total inflasi.
Komoditas yang menjadi penyebab utama dalam kategori ini termasuk tarif listrik, kontrak rumah tinggal, serta bahan bakar untuk rumah tangga.
Baca Juga: Peluncuran Program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas di Mojokerto: Akses Kesehatan untuk Semua Warga
Sementara itu, untuk inflasi y-on-y tertinggi terjadi pada kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Resto dengan andil mencapai 0,32%.
Beberapa komoditas yang mengalami deflasi dalam kategori ini adalah kopi siap saji, nasi lauk pauk seperti ayam goreng dan teh siap saji serta rawon.
Di sisi lain, penekan utama inflasi secara y-on-y juga berasal dari kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga dengan kontribusi sebesar 0,97%.
Baca Juga: Masyarakat Rela Antre Panjang, Namun Stok Emas Antam Habis di Seluruh Indonesia
Dalam hal ini tarif listrik menjadi komoditas dominan yang memberikan andil deflasi.
Dari segi regionalnya sendiri, Sumenep mencatatkan tingkat inflasi m-to-m tertinggi di Indonesia dengan angka mencapai 1,91%, sedangkan Kota Surabaya memiliki tingkat terendah yaitu hanya 1,30%.
Untuk data inflasi y-on-y tertinggi dicatat oleh Banyuwangi dengan persentase mencapai 1,89%, sementara Kabupaten Bojonegoro menempati posisi terendah di angka hanya 0,13%.
Baca Juga: Upaya Bupati Pasuruan Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi Melalui Muscab IBI
Menariknya lagi adalah Kota Kediri yang mengalami deflasi y-on-y sebesar 0.04%, menunjukkan bahwa tidak semua daerah merasakan dampak negatif dari kondisi ekonomi saat ini. (Kar)
Artikel Terkait
Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Dipimpin Menteri Dalam Negeri di Magetan: Tantangan Pertumbuhan Ekonomi dan Kenaikan Harga Pangan
Prabowo Klaim Utang dan Inflasi Indonesia Masih yang Terkecil di Dunia: Kita Jangan Terlalu Takut
Inflasi Gresik Naik 1,77 Persen: BPS Soroti Kenaikan Harga Pangan, Tarif Listrik, dan Layanan Kesehatan
Sinergi Antara Pemerintah Kabupaten Sumenep dan TNI Angkatan Laut dalam Membangun Pangkalan Maritim untuk Keamanan Wilayah
Pemerintah Kabupaten Sumenep Berikan Tenggat Tiga Hari kepada PKL untuk Relokasi ke Lokasi Alternatif yang Disediakan