• Sabtu, 18 April 2026

Inflasi Maret 2025: Sumenep Tercatat Inflasi Tertinggi, Perumahan dan Makanan Jadi Penyumbang Utama

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Jumat, 11 April 2025 | 11:47 WIB
Inflasi Tinggi (Foto : Pexels)
Inflasi Tinggi (Foto : Pexels)



WartaJatim.Co.ID -
Pada bulan Maret 2025, Indonesia mengalami inflasi yang signifikan dengan angka m-to-m mencapai 1,41%.

Inflasi y-to-d tercatat sebesar 0,31%, sementara inflasi y-on-y berada di angka 0,20%.

Dikutip WartaJatim dari laman Kota Madiun, Kenaikan ini dipicu oleh beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap peningkatan biaya hidup masyarakat.

Baca Juga: Silaturahmi Wali Kota Malang dan Mantan Wali Kota: Momen Rekonsiliasi Pasca Pemilu dan Kolaborasi untuk Kemajuan Kota

Penyumbang utama inflasi m-to-m pada bulan Maret 2025 berasal dari kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga.

Kelompok ini memberikan andil sebesar 0,81% terhadap total inflasi.

Komoditas yang menjadi penyebab utama dalam kategori ini termasuk tarif listrik, kontrak rumah tinggal, serta bahan bakar untuk rumah tangga.

Baca Juga: Peluncuran Program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas di Mojokerto: Akses Kesehatan untuk Semua Warga

Sementara itu, untuk inflasi y-on-y tertinggi terjadi pada kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Resto dengan andil mencapai 0,32%.

Beberapa komoditas yang mengalami deflasi dalam kategori ini adalah kopi siap saji, nasi lauk pauk seperti ayam goreng dan teh siap saji serta rawon.

Di sisi lain, penekan utama inflasi secara y-on-y juga berasal dari kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga dengan kontribusi sebesar 0,97%.

Baca Juga: Masyarakat Rela Antre Panjang, Namun Stok Emas Antam Habis di Seluruh Indonesia

Dalam hal ini tarif listrik menjadi komoditas dominan yang memberikan andil deflasi.

Dari segi regionalnya sendiri, Sumenep mencatatkan tingkat inflasi m-to-m tertinggi di Indonesia dengan angka mencapai 1,91%, sedangkan Kota Surabaya memiliki tingkat terendah yaitu hanya 1,30%.

Untuk data inflasi y-on-y tertinggi dicatat oleh Banyuwangi dengan persentase mencapai 1,89%, sementara Kabupaten Bojonegoro menempati posisi terendah di angka hanya 0,13%.

Baca Juga: Upaya Bupati Pasuruan Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi Melalui Muscab IBI

Menariknya lagi adalah Kota Kediri yang mengalami deflasi y-on-y sebesar 0.04%, menunjukkan bahwa tidak semua daerah merasakan dampak negatif dari kondisi ekonomi saat ini. (Kar)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X