"Mulai awal tahun sampai sekarang ada 3 ibu melahirkan yang meninggal dunia karena ternyata terinfeksi penyakit DBD. Maka dari itu harus diwaspadai dan diproteksi sedemikian rupa," tegasnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Mela Rusdi, turut memberikan dorongan kepada para bidan untuk terus meningkatkan ilmu dan keterampilan agar dapat menghadapi berbagai tantangan di era digital dan teknologi saat ini.
"Dari tangan dingin seorang bidan lahirlah generasi penerus bangsa yang membanggakan. Maka dari itu, untuk para bidan teruslah bekerja melayani para ibu hamil sekaligus mendampingi mulai awal proses persalinan sampai dinyatakan pulang," ujarnya penuh optimisme.
Dalam era 5.0, kata Mela, tantangan bagi bidan semakin kompleks baik dari segi SDM maupun kesiapan calon ibu sehingga peningkatan kualitas layanan menjadi sangat penting.
Keberadaan bidan yang profesional dan peduli akan memberikan kontribusi besar dalam mencetak generasi sehat yang menjadi harapan bangsa. (gha)
Artikel Terkait
Bupati Pasuruan Dorong Bidan Tingkatkan Profesionalisme untuk Ciptakan Kesehatan Ibu dan Anak yang Lebih Baik di Muscab IBI ke-VIII
Upaya Bupati Pasuruan Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi Melalui Muscab IBI
Kolaborasi DPC IWAPI dan DPC IBI Bojonegoro Gelar Seminar Kesehatan Deteksi Dini Kanker Payudara untuk Wanita
Pemerintah Kabupaten Pasuruan Ajukan Anggaran Rp 10 Miliar untuk Perbaikan PJU di Ruas Jalan Bangil-Pandaan demi Keamanan dan Kenyamanan
Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan Berikan Bantuan Sosial dan Dukungan Moral pada Korban Kebakaran di Kelurahan Pogar