Antusiasme penonton terlihat sangat tinggi dengan padatnya kerumunan yang memadati lintasan pacuan kuda.
Puluhan atlet dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan luar Jawa berkompetisi membawa kuda terbaik untuk menguji kecepatan dan teknik.
Lumajang dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan olahraga berkuda nasional berkat lanskap alam dan budaya tradisionalnya.
Sebagai daerah agraris dengan sejarah pertanian dan peternakan, olahraga pacuan kuda menjadi simbol kekuatan budaya lokal.
Baca Juga: Sal Priadi Tak Menyangka Dapat Rp114 Juta Royalti Setelah Gabung WAMI: “Aku Syukuri”
Menurut Bupati Indah, sinergi antara pemerintah, komunitas, dan swasta diperlukan untuk menjadikan pacuan kuda sebagai event rutin dan berkelas.
“Saya ingin melihat Lumajang menjadi tuan rumah ajang pacuan kuda yang rutin dan berskala besar. Ini bisa menjadi kebanggaan dan potensi besar dalam membina generasi muda yang sehat, berprestasi, dan cinta tanah air,” pungkas Bupati Indah.
Kesuksesan Bhayangkara Cup II memberi keyakinan bahwa olahraga berkuda bisa menjadi bagian integral dari masa depan olahraga Indonesia.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Resmikan 153 Koperasi Kelurahan Merah Putih untuk Dorong Ekonomi Warga
Dengan dukungan penuh masyarakat dan pemerintah, pacuan kuda bukan hanya warisan budaya tetapi juga peluang ekonomi dan prestasi olahraga. (gha)
Artikel Terkait
FAFI 2025 Lumajang Jadi Ajang Kreativitas Fotografi dan Videografi di Kaki Gunung Semeru Jawa Timur
Penguatan Statistik Sektoral Lumajang dalam Koordinasi Terpadu Hadapi EPSS 2025 untuk Tata Kelola Data Akurat
Pemkab Lumajang Memperkuat Peran Koperasi dalam Peringatan Harkopnas ke-78 melalui Senam dan Jalan Sehat yang Meriah
AKBP Alex Sandy Siregar Terima Penghargaan Indonesia’s Most Visionary Leader 2025 atas Kepemimpinan Visioner di Lumajang
SPENDAGU Lumajang hadirkan MPLS ekologis, menanam pohon dan menumbuhkan kesadaran lingkungan di Antrukan Pawon sejak hari pertama sekolah.