WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Lumajang terus meningkatkan upaya pembinaan serta pelatihan keterampilan sebagai strategi utama untuk mengurangi jumlah Pegawai Migran Indonesia (PMI) yang berangkat lewat jalur non prosedural.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Lumajang, Data terbaru menunjukkan bahwa sebanyak 46 PMI asal Lumajang mengalami kendala selama bekerja di luar negeri hingga akhirnya harus dipulangkan kembali ke Indonesia.
Hanum Mubarokah, Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja Lumajang, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memberikan pendampingan maksimal kepada calon PMI agar mereka dapat berangkat melalui jalur resmi yang menjamin keamanan dan perlindungan.
Baca Juga: Bupati Magetan Gelar Ramah Tamah Bersama Veteran dan Perintis Kemerdekaan di Pendopo Surya Graha
“Kami terus mengajak masyarakat untuk memanfaatkan jalur resmi, yang meskipun memerlukan proses pelatihan dan administrasi, tapi memastikan perlindungan hak dan keselamatan para pekerja,” ujar Hanum saat dikonfirmasi pada Selasa (12/8/2025).
Hanum menjelaskan bahwa banyak kendala yang dialami PMI non prosedural, seperti pemulangan paksa, disebabkan oleh ketidaksiapan administrasi dan minimnya keterampilan kerja yang memadai.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Lumajang aktif menyelenggarakan pelatihan keterampilan, termasuk pelatihan menjahit bagi para muda-mudi, yang bertujuan membuka peluang kerja di dalam negeri sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal.
“Kami fokus membekali masyarakat dengan keterampilan dan kompetensi agar mereka memiliki pilihan pekerjaan yang lebih baik dan aman di tanah air,” tambah Hanum.
Program pembinaan ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing guna mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Hanum optimis dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, masyarakat Lumajang dapat meraih kesejahteraan yang lebih baik tanpa harus mengambil risiko besar bekerja di luar negeri.
“Dengan peningkatan kualitas SDM, kami yakin masyarakat Lumajang dapat meraih kesejahteraan yang lebih baik tanpa harus mengambil risiko besar di luar negeri,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga terus mengintensifkan sosialisasi serta pendampingan agar masyarakat lebih memahami pentingnya jalur prosedural dan memanfaatkan berbagai program pelatihan yang telah disediakan.
Artikel Terkait
Bupati Bangkalan Salurkan Santunan untuk Keluarga PMI yang Meninggal di Luar Negeri
Sebanyak 300 Warga Banyuwangi Ikuti Operasi Katarak Gratis dari PMI dan John Fawcett Foundation
PMI Lumajang Bersama Pemerintah Desa Kertosari dan Puskesmas Pasrujambe Gelar Donor Darah Berkala untuk Atasi Kekurangan Stok Darah Golongan B
PMI Dapat Layanan Keuangan Spesial di Kantor BRI Taipei
Pemkab Bangkalan Kirim Armada Tangki Air Bersih ke 7 Desa Terdampak, Sinergi BPBD, PDAM, Dinas Sosial, dan PMI Atasi Krisis Kekeringan Musim Kemarau