• Sabtu, 18 April 2026

Bupati Bangkalan Lukman Hakim Serahkan 60 Hand Traktor dan Siapkan Hilirisasi Pertanian untuk Perkuat Ekonomi Lokal

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Rabu, 3 September 2025 | 16:26 WIB
Bupati Bangkalan Lukman Hakim Salurkan 60 Hand Traktor dan Siapkan Hilirisasi Pertanian (Foto: bangkalankab.go.id)
Bupati Bangkalan Lukman Hakim Salurkan 60 Hand Traktor dan Siapkan Hilirisasi Pertanian (Foto: bangkalankab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus berupaya memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Pada Rabu (3/9/2025), Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyerahkan bantuan sebanyak 60 unit hand traktor kepada 37 kelompok tani yang tersebar di 11 kecamatan. Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Pendopo Agung Bangkalan.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Bangkalan, Bantuan hand traktor yang disediakan melalui anggaran APBD Kabupaten Bangkalan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap metode tradisional.

Baca Juga: Ramai Isu Pembatalan Tunjangan DPR, Ketua Fraksi Demokrat Ibas Tegaskan Siap Terima Evaluasi

“Ini adalah salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap ketahanan pangan. Selain hand traktor, kita juga menyalurkan 26 tandon air untuk desa-desa yang rawan kekeringan. Ke depan, ketersediaan air akan menjadi perhatian serius, agar wilayah pertanian tetap produktif meski menghadapi musim kemarau,” ujar Bupati Lukman Hakim.

Selain penyaluran alat, Pemkab Bangkalan juga menyiapkan program hilirisasi di sektor pertanian. Bupati menyebutkan bahwa Bangkalan sebenarnya memiliki surplus beras hingga delapan bulan, namun masih terkendala minimnya fasilitas penggilingan yang representatif untuk menghasilkan beras berkualitas tinggi.

“Pada tahun 2026 kita sudah anggarkan bantuan dryer (pengering), penggilingan, hingga lantai pasok. Tujuannya agar gabah petani tidak hanya dijual mentah, tapi bisa diproduksi menjadi beras berkualitas tinggi. Nantinya, produk beras ini akan kita distribusikan ke kebutuhan lokal seperti SPBG, dapur umum, hingga konsumsi pegawai pemerintah,” jelasnya.

Baca Juga: Fresh Graduate Terancam Underemployed Saat Resesi, Riset TD Economic Ungkap Dampak Karier Jangka Panjang

Dengan adanya hilirisasi ini, pemerintah daerah berharap tercipta ekosistem ekonomi baru yang melibatkan petani, pengusaha penggilingan, koperasi desa, hingga BUMDes.

Konsep tersebut juga ditujukan agar gabah hasil panen tidak lagi banyak keluar daerah, melainkan diproses dan dipasarkan di Bangkalan dengan harga yang lebih kompetitif.

“Kalau semua rantai pasok ini hidup, maka ekonomi masyarakat juga ikut berputar. Mulai dari petani, penggilingan, distribusi, hingga kebutuhan pangan lokal, semuanya akan saling menopang,” tambahnya.

Baca Juga: Prabowo Malu Kasus Noel, Tegaskan Tak Akan Lindungi Anggota Gerindra yang Langgar Hukum

Tidak hanya fokus pada pertanian, Bupati Lukman turut menyoroti pentingnya penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat.

Ia menekankan agar perusahaan yang beroperasi di Bangkalan maupun wilayah Jawa Timur bagian barat lebih banyak memprioritaskan tenaga kerja lokal dibandingkan mengandalkan tenaga outsourcing dari luar daerah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X