Sejak berdirinya pemerintahan Provinsi Jawa Timur pada 12 Oktober 1945 di bawah kepemimpinan Gubernur R.M.T. Suryo, semangat pengabdian dan perjuangan terus tumbuh di berbagai daerah, termasuk Bojonegoro.
Hubungan antara Bojonegoro dan Jawa Timur bukan hanya sebatas wilayah administratif, tetapi juga terjalin erat secara historis dan emosional.
Kini, pada usia ke-348 tahun, Bojonegoro terus meneguhkan diri sebagai salah satu daerah penting di Jawa Timur yang berperan sebagai lumbung pangan dan energi nasional.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk menjawab berbagai tantangan seperti penanggulangan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pemerataan pembangunan ekonomi yang inklusif.
Baca Juga: Arah Baru Timnas Indonesia Usai Kluivert Dipecat: Fokus 100 Besar Dunia dan Piala Dunia 2030
Selain itu, Pemkab Bojonegoro juga fokus mengoptimalkan pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah agar kesenjangan antara desa dan kota dapat ditekan.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh penjuru Bojonegoro.
"Momentum HJB ke-348 harus dijadikan titik tolak untuk memperkuat sinergi pembangunan Bojonegoro agar setiap program benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat," tegas Bupati Wahono.
Baca Juga: Timothy Anugerah, Mahasiswa UNUD Tewas Usai Diduga Dirundung, Polisi Ungkap Fakta Baru
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi masyarakat, usai pelaksanaan upacara Bupati Bojonegoro bersama Forkopimda menyerahkan berbagai penghargaan.
Sebanyak 26 warga menerima penghargaan atas prestasi mereka di berbagai bidang. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada para pelaku dari sektor pajak daerah yang meliputi kategori wajib pajak terbaik, desa teraktif tahun 2025, serta percepatan pelunasan PBB-P2 tingkat desa, kelurahan, dan kecamatan.
Peringatan Hari Jadi Bojonegoro ke-348 ini tidak hanya menjadi simbol kebanggaan daerah, tetapi juga pengingat bahwa kemajuan Bojonegoro bergantung pada sinergi seluruh elemen masyarakat.
Baca Juga: Kasus BBM Patra Niaga Seret Adaro, Vale, dan PAMA, Pengamat: Pembeli Belum Tentu Bersalah
Dengan semangat gotong royong dan kemandirian, Bojonegoro diharapkan terus tumbuh sebagai daerah yang berdaya saing dan sejahtera. (gha)
Artikel Terkait
DLH Bojonegoro Edukasi Siswa SDN Kadipaten 1 tentang Pengolahan Sampah untuk Wujudkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
KTT Sumber Unggas Jaya Margomulyo Bojonegoro Juara 1 Lomba Peternak Unggas Berprestasi Tingkat Jawa Timur Berkat Inovasi Milenial
Pemkab Bojonegoro Buka Rekrutmen Tenaga Pendamping BUM Desa 2025 untuk Dorong Kemajuan Ekonomi dan Kemandirian Desa
Pembangunan Sport Center Bojonegoro Capai 32 Persen, Fasilitas Lengkap di Jalan Veteran Siap Jadi Pusat Olahraga Modern
Pemkab Bojonegoro Perkuat Ekonomi Desa Lewat Koperasi Merah Putih, Dorong Kemandirian dan Gotong Royong Masyarakat