• Sabtu, 18 April 2026

Peringati Hari Jadi Bojonegoro ke-348 dan Hari Jadi Jawa Timur ke-80, Bupati Setyo Wahono Ajak Warga Perkuat Sinergi untuk Bojonegoro Mandiri

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Selasa, 21 Oktober 2025 | 18:17 WIB
Semangat Gotong Royong Warnai Upacara Hari Jadi Bojonegoro ke-348 di Alun-Alun Kota (Foto: bojonegorokab.go.id)
Semangat Gotong Royong Warnai Upacara Hari Jadi Bojonegoro ke-348 di Alun-Alun Kota (Foto: bojonegorokab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Upacara peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-348 yang digelar di Alun-Alun Bojonegoro pada Senin (20/10/2025) berlangsung meriah dan penuh makna.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Bojonegoro, Acara tersebut juga dirangkai dengan peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur yang menjadi momentum kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Selain upacara resmi, kegiatan ini turut diisi dengan pembukaan Museum Rajekwesi yang menampilkan berbagai koleksi bersejarah, serta penyerahan penghargaan kepada masyarakat berprestasi dan para wajib pajak daerah yang telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Bojonegoro.

Baca Juga: Viral Kasus Timothy Anugerah Mahasiswa Unud, 6 Rekan Diduga Tak Empatik: Publik Desak Sanksi DO!

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan HJB tahun ini menjadi momen penting untuk merefleksikan jati diri daerah sekaligus memperkuat semangat gotong royong antarwarga.

“Momen bersejarah ini merefleksikan jati diri dan semangat gotong-royong. Tema tahun ini Bersinergi untuk Bojonegoro Mandiri sejalan dengan tema Hari Jadi Jawa Timur yaitu Jatim Tangguh Terus Bertumbuh,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kemajuan tidak dapat dicapai melalui kerja individu semata, tetapi harus lahir dari sinergi seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga: Spekulasi Pelatih Baru Timnas Indonesia Memanas, Louis van Gaal Klarifikasi dan Kapadze Tersentuh Dukungan Fans Garuda

Pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, serta komunitas sosial memiliki peran penting dalam membangun daerah agar semakin maju dan mandiri.

Bupati Wahono juga mengingatkan bahwa perjalanan panjang sejarah Bojonegoro menyimpan banyak pelajaran berharga tentang semangat perjuangan dan kebersamaan.

Dari masa kerajaan Majapahit, Mataram Islam, Kadipaten Jipang, hingga akhirnya resmi menjadi Kabupaten Bojonegoro pada 20 Oktober 1677, semangat itu terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Baca Juga: Bambang Pamungkas Minta Publik Introspeksi, Bukan Marah-Marah soal Gagalnya Garuda ke Piala Dunia 2026

Menurutnya, nilai-nilai warisan leluhur seperti kemandirian, semangat pantang menyerah, dan gotong royong harus terus dijaga serta diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menambahkan bahwa Jawa Timur juga memiliki sejarah panjang sejak masa Kanjuruhan, Singasari, hingga kejayaan Majapahit yang menjadi fondasi semangat bagi masyarakat masa kini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: bojonegorokab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X