• Sabtu, 18 April 2026

Pemerintah Kabupaten Malang Siapkan Lahan 9,7 Hektar untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Boarding School Berstandar Internasional di Bantur

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Selasa, 29 April 2025 | 08:21 WIB
Gubernur Khofifah dan Bupati Sanusi Tinjau Lahan 9,7 Hektar untuk Pembangunan Sekolah Rakyat di Malang (Foto: malangkab.go.id)
Gubernur Khofifah dan Bupati Sanusi Tinjau Lahan 9,7 Hektar untuk Pembangunan Sekolah Rakyat di Malang (Foto: malangkab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparawansa, bersama Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M, melakukan peninjauan langsung ke lokasi lahan seluas 9,7 hektar di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang mengusung konsep boarding school, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Malang,Program ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Malang Selatan.

Baca Juga: Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu Resmikan Pembangunan Dapur SPPG untuk Program Makan Bergizi Gratis

Gubernur Khofifah memberikan apresiasi atas kesiapan Pemerintah Kabupaten Malang yang telah menyediakan lahan lebih luas dari standar minimal 6 hektar yang ditetapkan untuk pembangunan SR.

"Di sini peruntukannya (Sekolah Rakyat), saya mendapatkan informasi untuk tingkat SD, SMP dan SMA. Dari berbagai koordinasi yang sudah kita lakukan dengan mengajak beberapa Bupati di Jawa Timur untuk bertemu langsung Menko PMK, Menko Pangan dan Menteri PU di Jakarta, untuk Sekolah Rakyat ini ada di Menko PMK. Untuk SD SMP SMA itu membutuhkan lahan standart seluas 6 hektar, namun lahan yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Malang ini justru seluas 9,7 hektar," jelas Gubernur Jawa Timur saat ditemui awak media.

Lahan yang disiapkan berada di pinggir Jalan Nasional Bantur Gondanglegi dan berdekatan dengan Jalur Lintas Selatan (JLS) Malang Selatan, sehingga memiliki akses yang strategis.

Baca Juga: Forum Purnawirawan TNI Desak Presiden Ganti Gibran Sebagai Wakil Presiden

Menurut Khofifah, pembangunan SR ini akan mengusung fasilitas berstandar internasional dengan konsep boarding school yang mendukung pembelajaran dan pembentukan karakter siswa.

Pendanaan proyek ini diperkirakan mencapai Rp 200 miliar, dengan pembagian Rp 100 miliar dari APBN dan Rp 100 miliar dari pihak swasta.

"Insya Allah kita sudah mendapatkan komitmen dari pihak yang swasta, jadi nanti yang dari APBN melalui Wamen PU dan Wamensos juga sudah ke sini sehingga saling bersinergi supaya disegerakan pembangunan baik SD SMP dan SMA. Nantinya semuanya sama standartnya per kelas 25 siswa, Jadi kalau SD 3 kelas SMP 3 kelas SMA 3 kelas masing-masing 75 siswa. Kira-kira begitu nantinya untuk siswa yang akan belajar dan diDidik di sini. Jika kelas 1, 2 dan 3 sehingga butuh sebanyak 225 bed untuk asramanya. Jika SD mulai kelas 1 sampai kelas 6, kalau SMP mulai kelas 1 hingga kelas 3, demikian juga kelas untuk SMA kelas 1 sampai kelas 3. Mohon doa restunya," tambahnya.

Baca Juga: Abdee Negara Ungkap Pesan Bunda Iffet pada Slank yang Sering Rilis Lagu untuk Mengkritik Pemerintah: Jangan Terlalu Keras

Bupati Malang, Sanusi, menambahkan bahwa selain lahan di Bantur, Pemkab juga menyiapkan lahan serupa di Kecamatan Tumpang, namun prioritas pembangunan akan dimulai di Bantur karena lahan tersebut sudah siap digunakan.

"Menurut kementerian PU akan dibangun pada bulan Juni mendatang sehingga setelah panen, karena saat ini sudah siap panen. Kita hanya menyiapkan lahan yang bangun dari Pemerintah Pusat. Harapannya dengan pembangunan SR ini dapat semakin meningkatkan kualitas pendidikan untuk anak-anak Kabupaten Malang. Anak-anak juga semakin mudah mendapatkan pendidikan yang berkualitas khususnya di Malang Selatan," ujar Bupati Sanusi.

Sekolah Rakyat ini akan memiliki tiga jenjang pendidikan, yaitu SD, SMP, dan SMA, dengan masing-masing jenjang terdiri dari tiga kelas yang berisi 25 siswa per kelas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Baharudin Gia

Sumber: malangkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X