• Sabtu, 18 April 2026

Hari Tani Nasional 2025, Legislator Rendra Harap Anak Muda Kota Malang Tak Enggan Bertani

Photo Author
Arvendo Mahardika, Wartajatim.co.id
- Rabu, 24 September 2025 | 21:51 WIB
Anggota DPRD Kota Malang Rendra Masdrajad Safaat ingatkan pentingnya regenerasi petani di Hari Tani Nasional 2025. (Foto: Dok. Rendra MS untuk WartaJatim.CO.ID)
Anggota DPRD Kota Malang Rendra Masdrajad Safaat ingatkan pentingnya regenerasi petani di Hari Tani Nasional 2025. (Foto: Dok. Rendra MS untuk WartaJatim.CO.ID)

WartaJatim.CO.ID – Peringatan Hari Tani Nasional pada Rabu, 24 September 2025 dimaknai sebagai momentum untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap kesejahteraan petani dan keberlanjutan sektor pertanian.

Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Rendra Masdrajad Safaat, memberikan apresiasi kepada para petani yang disebut sebagai pejuang pangan sekaligus pencari nafkah halal.

Rendra menegaskan, pertanian bukan hanya urusan produksi bahan pangan, tetapi juga menyangkut kehidupan jutaan keluarga petani.

Baca Juga: Ledakan Pamulang Hancurkan Rumah Warga, 54 Orang Mengungsi, Polisi Beberkan Fakta Mengejutkan

Karena itu, ia menilai perhatian serius pemerintah sangat dibutuhkan agar sektor ini mampu bertahan di tengah tantangan modernisasi dan perubahan iklim.

Ia menekankan bahwa dukungan nyata harus diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak pada petani, mulai dari pemberian subsidi pupuk hingga kemudahan akses pasar.

Hal ini diperlukan agar petani tidak merasa ditinggalkan dalam arus pembangunan yang bergerak cepat.

“Peringatan Hari Tani Nasional harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kesejahteraan petani adalah kunci bagi ketahanan pangan bangsa. Kita tidak boleh hanya menjadikan petani sebagai slogan, tetapi harus memberikan dukungan nyata agar mereka bisa terus berproduksi,” ujarnya.

Baca Juga: AHY Dukung Tim Investigasi Independen Prabowo: Cegah Hoaks, Disinformasi, dan Teori Konspirasi

Rendra juga menyoroti persoalan regenerasi petani.

Menurutnya, semakin sedikit generasi muda yang mau melanjutkan profesi bertani karena dianggap kurang menjanjikan.

Jika hal ini terus dibiarkan, masa depan sektor pertanian bisa menghadapi ancaman serius.

Ia menyarankan agar pemerintah bersama lembaga pendidikan membuat terobosan, seperti pelatihan, dukungan teknologi, hingga inkubasi usaha tani agar pertanian kembali diminati generasi muda.

Baca Juga: Lebih dari 50 Persen Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Pasuruan Telah Direhabilitasi Tahun 2025

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Arvendo Mahardika

Sumber: WartaJatim.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X