WartaJatim.CO.ID - Gedung Parkir Kajoetangan mulai memberlakukan tarif normal pada Rabu (14/1/2026) setelah masa sosialisasi dengan tarif gratis selesai.
Pembayaran retribusi parkir di Gedung Parkir Kajoetangan dapat dilakukan secara tunai maupun nontunai, sehingga memberikan kemudahan bagi seluruh pengunjung.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Malang, Kepala Bidang Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Rahmat Hidayat, mengatakan jumlah kendaraan yang parkir di gedung ini cukup tinggi, terutama pada akhir pekan yang mencapai 800 hingga 1.000 kendaraan.
Baca Juga: Dari Dapur Rumah ke Konsep Zero Waste, UMKM Kebab Endul Tumbuh di Bekasi
Rahmat menekankan bahwa selain kenyamanan, keamanan kendaraan yang parkir juga menjadi prioritas pihak Dishub Kota Malang.
Untuk memastikan keamanan, Gedung Parkir Kajoetangan telah dilengkapi 30 unit kamera pengawas (CCTV) yang tersebar di seluruh area parkir.
Meski fasilitas keamanan telah memadai, Rahmat tetap mengimbau masyarakat agar tidak menaruh barang berharga di dalam kendaraan yang diparkir.
“Kenyamanan dan keamanan ini tentu akan memberi rasa tenang kepada warga atau wisatawan, khususnya yang berkunjung ke Kayutangan Heritage. Sehingga dengan demikian nantinya akan turut mendongkrak jumlah kunjungan wisata dan juga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan,” pungkasnya.
Penerapan tarif parkir normal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan Gedung Parkir Kajoetangan sekaligus mendukung peningkatan PAD Kota Malang.
Keberadaan Gedung Parkir Kajoetangan yang aman dan nyaman juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, khususnya bagi pengunjung Kayutangan Heritage. (gha)
Artikel Terkait
Eks Bank Syariah Mandiri Kayutangan Resmi Jadi Aset Pemkot Malang! Bakal Disulap Jadi Apa?
Legislator Kota Malang Rendra Masdrajad Safaat Kritisi Pengurangan Rencana Lantai Parkir Kayutangan
Kian Ramai, Kayutangan Perlu Perhatian Lebih sebagai Wisata Kota Malang, Legislator Rendra Usul Gedung Parkir 6 Lantai
Kayutangan Heritage: Menikmati 'Vibe' Eropa di Malam Tahun Baru Tanpa Kembang Api
Penataan Kayutangan Heritage Kota Malang Tuai Apresiasi Kementerian PKP dan Dinilai Layak Direplikasi Nasional