Investasi pada Bulog bersifat nonpermanen dengan mekanisme revolving fund.
Mekanisme ini memungkinkan pemanfaatan dana dengan biaya rendah namun berdampak besar bagi program strategis pemerintah.
Baca Juga: Stok Beras Bulog Trenggalek Aman Hingga Dua Bulan, Siap Dukung Operasi Pasar Murah
Ia juga menekankan pentingnya efisiensi dalam pengelolaan dana ini agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Diharapkan dana tersebut dijaga dan benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dengan mengedepankan tata kelola yang baik. Saat ini Pemerintah tengah menjalankan efisiensi anggaran. Oleh karena itu, diharapkan Perum Bulog juga menjalankan hal yang sama dalam bekerja secara efisien,” ujar Dirjen Kekayaan Negara.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Novi Helmy Prasetya, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Kemenkeu kepada Bulog.
Ia menegaskan bahwa dana investasi ini akan digunakan untuk menyerap produksi beras pada 26 wilayah dan 8 sentra produksi.
Dana tersebut akan dikelola dengan prinsip good governance dan manajemen risiko yang ketat.
Dengan sinergi yang kuat antara Kementerian Keuangan dan Bulog, kebijakan investasi ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional.
Selain itu, diharapkan juga dapat menjaga stabilitas harga beras serta memastikan pemanfaatan APBN yang lebih produktif dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat. (Kar)
Artikel Terkait
Penipuan Beras Bulog di Malang Terungkap
Stok Beras Bulog Trenggalek Aman Hingga Dua Bulan, Siap Dukung Operasi Pasar Murah
BULOG dan Stakeholders Lainnya Gelar Operasi Pasar Pangan Murah di Ramadan 2025
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi Pimpin Rapat Koordinasi Sergap untuk Wujudkan Swasembada Pangan 2025
Pemkab Banyuwangi dan Bank Indonesia Jalin Kerjasama Strategis untuk Memperkuat Ketahanan Pangan Melalui Pengembangan Sektor Pertanian