Ia juga menggagas pembangunan gedung pertunjukan mini di setiap sekolah, yang bisa dimanfaatkan untuk pertunjukan seni, nonton bersama, atau acara kelulusan tanpa harus menyewa tempat mewah atau membebani wali murid.
Baca Juga: Siswa Jabar Mulai Belajar Pukul 06.30 WIB, Dedi Mulyadi Tanda Tangani SE Jam Masuk Sekolah
“Kita harus mengembalikan pendidikan ke akarnya: sederhana, jujur, dan membumi,” tegas Dedi.
Kebijakan dan pandangan Dedi Mulyadi ini menuai reaksi beragam. Sebagian besar masyarakat menyambut positif langkah ini karena dinilai menyentuh persoalan riil di lapangan.
Namun, ada pula pihak yang merasa buku kenangan tetap penting sebagai bagian dari nostalgia masa sekolah.
Meski menuai pro-kontra, pernyataan Dedi kembali membuka diskusi publik soal bagaimana sistem pendidikan bisa lebih inklusif, adil, dan tidak membebani masyarakat secara finansial. (NAR)
Artikel Terkait
Setelah Program Pendidikan Karakter di Barak TNI Gagasan Dedi Mulyadi, Kini Siswa di Jabar Dilarang Membawa HP ke Sekolah
Dedi Mulyadi Akui Senang Dijuluki Gubernur Konten Ketimbang Jadi Kepala Daerah yang Molor
Ramai Siswa Nakal Dikirim ke TNI, Pengamat Nilai Kebijakan Dedi Mulyadi Belum Tegas
Dedi Mulyadi Blak-blakan: Siswa Tawuran di Purwakarta, Orang Tua Kirim ke Barak Militer