• Sabtu, 18 April 2026

Presiden Prabowo Subianto memberi instruksi pada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menaikkan pangkat aparat yang terluka saat menjaga demo

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Jumat, 12 September 2025 | 10:16 WIB
Presiden Prabowo Subianto memberi instruksi pada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menaikkan pangkat aparat yang terluka saat menjaga demo. (Instagram/presidenrepublikindonesia)  (Instagram/presidenrepublikindonesia)
Presiden Prabowo Subianto memberi instruksi pada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menaikkan pangkat aparat yang terluka saat menjaga demo. (Instagram/presidenrepublikindonesia) (Instagram/presidenrepublikindonesia)

wartajatim.co.id - Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi khusus kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menaikkan pangkat aparat kepolisian yang menjadi korban dalam kericuhan demo beberapa waktu terakhir.

Instruksi ini disampaikan langsung oleh Prabowo ketika menjenguk para korban di Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur, Senin (1/9/2025). Prabowo menegaskan bahwa pengorbanan aparat dalam menjaga keamanan negara layak mendapat apresiasi luar biasa.

“Saya sampaikan ke Kapolri, saya minta semua petugas dinaikin pangkat luar biasa karena bertugas di lapangan membela negara, membela rakyat,” ujarnya di hadapan media.

Baca Juga: Imbas Demo Ricuh di DPR, KRL Beroperasi Hanya Sampai Stasiun Kebayoran Tuk Antisipasi Akses ke Palmerah

Dalam kunjungan itu, Prabowo membeberkan kondisi terkini korban. Dari total 43 orang yang sempat dirawat, sebanyak 26 sudah pulang, sementara 17 masih menjalani perawatan—terdiri dari 14 aparat dan 3 warga sipil.

“Saya sudah tengok 13 di atas, ada yang berat, kepalanya sampai harus operasi tempurung diganti titanium, ada yang tangannya putus, dan sebagainya,” ungkap Prabowo.

Ia bahkan menuturkan kondisi salah satu korban yang mengalami kerusakan ginjal akibat diinjak-injak saat kericuhan. “Beliau sekarang harus dicuci darah, kalau perlu kita cari transplantasi kalau tidak bisa diperbaiki, ini sangat berat,” tambahnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Angkat Bicara Usai Rumahnya Dijarah, Kenang Lukisan 17 Tahun yang Raib Dibawa Oknum Demo

Prabowo juga menyinggung soal esensi demonstrasi dalam negara demokrasi. Menurutnya, aksi protes dijamin undang-undang, namun harus berjalan damai dan sesuai aturan.

“Hak menyampaikan pendapat dijamin oleh undang-undang, tapi ada ketentuannya, demonstrasinya harus damai, harus sesuai undang-undang,” tegas Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Ia mengaku menerima laporan adanya truk-truk berisi petasan yang justru memperkeruh situasi hingga melukai banyak aparat. “Di banyak tempat saya dapat laporan datang truk-truk di situ ada petasan yang berat dan ini para anggota banyak kena petasan,” ungkapnya.

Baca Juga: Puan-Dasco Tanggapi Demo di Depan DPR: Siap Tampung Aspirasi hingga Lakukan Introspeksi

Di sisi lain, Prabowo menegaskan bahwa Polri tidak menutup mata terhadap pelanggaran yang dilakukan aparat di lapangan.

“Polisi sudah tegas menindak anggotanya yang mungkin keliru, ini sedang diselidiki. Kalau ada kesalahan akan ditindak. Tapi jangan lupa puluhan petugas yang berkorban, polisi siang malam menjaga keamanan di seluruh pelosok tanah air,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X